Southampton Gagal ke Final Playoff dan Kena Sanksi Pengurangan Poin
Klub EFL Championship Southampton dipastikan gagal tampil di babak final playoff untuk promosi ke Premier League musim 2026/2027 sekaligus mendapat sanksi pengurangan empat poin untuk musim depan akibat skandal spionase.
Hukuman berat tersebut dijatuhkan oleh EFL setelah Southampton terbukti melakukan aksi mata-mata terhadap sesi latihan tim lawan secara berulang kali, seperti dilansir dari Bola.
Aksi tak terpuji tersebut dilakukan oleh Southampton terhadap tiga tim berbeda, yaitu Oxford United pada Desember 2025, Ipswich Town pada April, dan terakhir terhadap Middlesbrough.
Pihak Middlesbrough yang mengetahui hal tersebut langsung melayangkan protes resmi kepada EFL, yang kemudian direspons dengan pemberian sanksi berlapis kepada kubu The Saints.
Dampak dari skandal spionase ini juga membuat Southampton terancam kehilangan sejumlah pemain pilar mereka dengan harga murah pada bursa transfer musim panas mendatang.
Terdapat lima pemain bintang yang berpotensi dilepas, antara lain bek tengah berusia 24 tahun Taylor Harwood-Bellis yang kini diminati oleh Everton dengan perkiraan harga 20 juta pound.
Gelandang Finn Azaz yang mencetak 10 gol dan tujuh assist juga berpeluang hengkang ke Leeds United dengan nilai transfer sekitar 12 hingga 15 juta pound.
Pemain asal Brasil, Leo Scienza, menjadi salah satu penggawa yang ikut berkomentar mengenai situasi sulit yang menimpa timnya tersebut.
"patah hati" kata Leo Scienza.
Ia juga menambahkan pandangannya mengenai situasi para suporter klub saat ini.
"pantas mendapatkan yang lebih baik" ujar Leo Scienza.
Pemain terbaik Southampton yang mengemas tujuh gol dan sembilan assist tersebut kini diincar oleh Aston Villa, Tottenham Hotspur, Everton, Atalanta, Roma, Palmeiras, hingga Flamengo.
Pemain muda Shea Charles yang menyisakan kontrak satu tahun juga diminati Manchester United, sementara gelandang Casper Jander masuk dalam radar bidikan RB Leipzig, Hoffenheim, dan Ajax.