Natalia Sukses Kembangkan Bisnis NM Kitchen Lewat Pendampingan Digital Rumah BUMN
Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI kini mulai merambah ke sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan operasional bisnis.
Seperti dilansir dari Detikcom, Natalia Mutiara selaku pemilik usaha kuliner rumahan NM Kitchen memanfaatkan sistem pesan otomatis berbasis AI untuk melayani pelanggan toko rotinya.
Teknologi tersebut diadopsi setelah Natalia memperoleh pendampingan digitalisasi melalui program Rumah BUMN Jakarta untuk meningkatkan kapasitas bisnis miliknya.
Langkah ini menjadi bagian dari perjuangan Natalia membesarkan usaha yang awalnya dirintis oleh sang ibu sejak tahun 2000-an silam.
Natalia sendiri mulai fokus mengelola usaha kuliner ini setelah dirinya mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Akibat adanya pembatasan aktivitas luar rumah kala itu, ia memanfaatkan platform WhatsApp dan media sosial untuk menawarkan produk roti kepada rekan-rekannya.
"Teman-teman pada mendukung.Karena kan kuliner itu, waktu Covid kan juga enggak boleh jualan kan, ditutup," kata Natalia saat berbincang dengan detikcom di Rumah BUMN Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Sistem produksi dijalankan dengan metode prapesan untuk meminimalkan risiko, di mana proses pembuatan roti dilakukan di rumahnya yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan.
NM Kitchen memproduksi beragam varian mulai dari roti sisir, roti tawar, hingga roti manis dengan kapasitas produksi mencapai 300 pieces per hari.
Keahlian membuat roti ini didukung oleh latar belakang pendidikan perhotelan yang dimiliki Natalia, serta ilmu yang ia dapatkan dari para chef tempatnya magang dahulu.
"Saya sekolah perhotelan. Terus diajarin juga sama chef-chef yang ada di hotel. Saya kan pernah kerja, magang-magang di hotel, terus sampai sekarang juga masih ada nanya-nanya sama chef-chef-nya, gimana sih ini gitu," kata Natalia.
Bisnis ini dimulai kembali dengan modal awal sebesar Rp 1 juta yang berasal dari sisa gaji Natalia saat masih bekerja di hotel.
Kini, produk dari NM Kitchen tidak hanya dipasarkan lewat media sosial, melainkan sudah masuk ke beberapa gerai toko di Jagakarsa melalui sistem titip jual.
Dari usaha tersebut, Natalia mampu mengantongi pendapatan bulanan mencapai Rp 10 juta, yang nilainya bisa melonjak saat pesanan sedang ramai.
Untuk meningkatkan skala usahanya, Natalia memutuskan untuk bergabung dan mengikuti berbagai program pelatihan di Rumah BUMN Jakarta sejak tahun 2023.
Salah satu dampak signifikan yang dirasakan adalah kemampuan mengelola keuangan usaha yang kini sudah terpisah dari keuangan pribadi.
"Yang tadinya saya keuangannya amkburadul, tergabung, uang usaha mau uang pribadi masih tergabung. Terus aku mempromosikan produkku, mereka pada suka. Sesama UMKM pada beli," ujar Natalia.
Berkat pelatihan tersebut, basis pelanggan NM Kitchen semakin meluas dan berdampak positif pada peningkatan pendapatan usahanya.
"Tadinya kan susah banget ya, gitu kan. Terus sekarang meningkat, teman-teman juga pada membeli. Aku juga jadi bisa nabung," kata dia.
Selain manajemen keuangan, Natalia juga mendapatkan fasilitasi pengurusan sertifikat halal untuk produknya yang dibantu penuh oleh Bank BRI.
"Semuanya dibantu, jadi aku tinggal nge-print gitu. Mereka datang, diperiksa rumahnya gitu," kata Natalia.
Peningkatan Standar Produk
Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa pelatihan yang digelar hari itu berfokus pada tema kesehatan bagi para pelaku UMKM.
"Nah, ini hubungannya apa sama UMKM? UMKM selain harus jago jualan, juga mereka harus jago jaga diri ya, untuk apa? Meminimalisir penyakit dini dan lain-lain gitu. Jadi kita adain khusus untuk UMKM dengan tujuan itu untuk kesehatan UMKM," kata Jajang.
Jajang mengapresiasi keaktifan Natalia yang dinilai memiliki motivasi tinggi untuk belajar sekaligus membangun jejaring dengan sesama pelaku usaha.
"Selain itu, motivasi dia untuk mengembangkan produknya cukup tinggi. Sehingga kemarin kan dapat kesempatan fasilitas halal gratis ya dari Bank BRI," imbuh dia.
Perubahan signifikan juga terlihat pada aspek visual produk NM Kitchen yang kini menggunakan kemasan yang jauh lebih layak dan siap bersaing.
"Jadi dulunya itu memang ketika join ke sini, mungkin beliau punya satu produk roti gitu ya, dengan packaging ala kadarnya, kayak plastik bening gitu. Nah, setelah mengikuti kegiatan pelatihan di Rumah BUMN tentang packaging, desain, kemudian sertifikasi untuk perizinan produk. Beliau sekarang udah sangat proper banget, mulai dari packaging-nya menurut saya lebih udah layak dipasarkan di pasar-pasar ritel," ungkap Jajang.