ADNOC Usulkan Metodologi Baru Penetapan Harga Minyak Mentah di UEA
Abu Dhabi National Oil Co (ADNOC) mengusulkan metodologi penetapan harga baru untuk penjualan minyak mentah kontrak jangka panjang pada Selasa (30/6/2026). Langkah ini diambil guna menyelaraskan strategi penjualan perusahaan dengan norma perdagangan regional di kawasan Teluk. Dilansir dari Bloombergtechnoz, tim pemasaran perusahaan minyak terbesar Uni Emirat Arab (UEA) ini telah mendiskusikan rencana perubahan tersebut bersama para penyuling dan pedagang.
Diskusi rahasia tersebut dilakukan dalam rangkaian kunjungan ke Singapura dan Jepang. Berdasarkan usulan baru, harga jual resmi bulanan untuk jenis minyak mentah Upper Zakum, Das, dan Umm Lulu akan ditetapkan menggunakan selisih terhadap patokan Dubai. Formula ini berlaku untuk kargo yang dimuat dua bulan ke depan.
Saat ini, harga jual resmi ketiga jenis minyak mentah asal Teluk Persia tersebut masih mengacu pada harga berjangka Murban. Harga minyak andalan Abu Dhabi itu ditentukan melalui platform ICE Futures Abu Dhabi.
Manajemen ADNOC dilaporkan tidak mengajukan perubahan formulasi harga jual resmi untuk jenis minyak mentah Murban. Hingga saat ini, pihak perusahaan juga masih menolak untuk memberikan komentar resmi mengenai lini masa implementasi rencana tersebut. Penerapan metodologi baru ini diharapkan mempermudah perbandingan harga minyak produksi ADNOC dengan varietas regional lain seperti Oman dan Al-Shaheen. Kedua jenis minyak kompetitor tersebut biasanya diperdagangkan berdasarkan patokan Dubai di pasar spot.
Penyesuaian harga ini dinilai dapat mendukung target ADNOC dalam meningkatkan volume produksi dan pengiriman minyak mentah. Target ekspansi tersebut dicanangkan setelah Uni Emirat Arab resmi keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Mei lalu. Selama beberapa bulan terakhir masa perang, ADNOC tetap berhasil mengirimkan pasokan minyak mentah melewati Selat Hormuz. Kelancaran pengiriman dilakukan melalui berbagai taktik keamanan, termasuk mematikan transponder kapal pengirim.
Selain mengamankan rute, perusahaan dilaporkan telah menjual puluhan juta barel minyak mentah siap kirim di pasar spot. ADNOC juga meminta pembeli kontrak jangka panjang untuk mengambil pasokan langsung dari dalam wilayah Teluk.