China Cabut Pembatasan Ekspor Bahan Bakar untuk Amankan Pasar Asia
Pemerintah China dilaporkan telah menghapus sejumlah pembatasan terkait ekspor produk minyak dalam sepekan terakhir. Langkah ini membatalkan kebijakan proteksi pasokan domestik yang diterapkan pasca-pecahnya konflik di Timur Tengah. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, Beijing kini mengizinkan beberapa perusahaan penyulingan minyak negara untuk mengekspor bahan bakar seperti bensin dan solar.
Penjualan kini dapat dilakukan ke berbagai negara, tidak lagi terbatas pada negara tetangga tertentu. Kebijakan baru tersebut dijadwalkan bakal memengaruhi pengiriman muatan mulai Juli 2026 dan seterusnya. Namun, volume keseluruhan ekspor dipastikan tetap berada dalam batas kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Sebelumnya, China memerintahkan kilang minyak utama untuk menyetop ekspor solar dan bensin pada awal Maret. Kebijakan itu diambil demi memprioritaskan keamanan energi nasional, tepat beberapa hari setelah serangan AS dan Israel ke Iran.
Dampak Terhadap Pasar Energi Regional
Kondisi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sendiri dilaporkan mulai meningkat sejak Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan damai sementara pada pertengahan Juni. Lebih banyak kapal tanker kini terpantau keluar masuk kawasan Teluk Persia.
Keputusan Beijing ini diprediksi akan membawa volume pasokan BBM yang lebih besar ke kawasan Asia. Beberapa negara di regional ini sebelumnya sempat didera kelangkaan bahan bakar, lonjakan biaya, antrean SPBU, hingga pembatalan penerbangan.
Langkah pelonggaran ekspor dari China ini juga direspons oleh pemasok regional lain. Korea Selatan dilaporkan mulai meningkatkan volume ekspor mereka demi mendahului pasar sebelum aliran pasokan dari Timur Tengah kembali normal.