Kenali Gejala Stroke dari Senyuman Asimetris dan Metode BE FAST
Stroke merupakan kondisi darurat medis yang sangat sensitif terhadap waktu. Peristiwa ini terjadi saat pasokan darah menuju otak mendadak terganggu, sehingga mengakibatkan kerusakan cepat pada sel-sel otak akibat kekurangan oksigen dan nutrisi.
Serangan stroke sering kali datang secara senyap tanpa disadari oleh pengidapnya, sebagaimana dilansir dari Detik Health. Salah satu tanda halus yang paling sering diabaikan adalah munculnya senyuman aneh atau asimetris akibat melemahnya otot-otot wajah secara mendadak.
Jika bagian otak yang mengontrol otot-otot wajah terdampak, salah satu sisi wajah akan melemah atau terkulai. Akibatnya, saat pasien mencoba tersenyum, senyuman mereka akan terlihat bengkok atau asimetris.
"Salah satu gejala stroke yang umum adalah senyum yang aneh. Banyak orang mengabaikan tanda ini," ungkap Dr Vikram Huded, Presiden Indian Stroke Association (ISA), dikutip dari Times of India.
Dr Vikram menambahkan bahwa penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin karena setiap detik sangatlah berharga. Tindakan medis berupa suntikan penghancur sumbatan, yakni IV thrombolysis, yang idealnya diberikan dalam kurun waktu 4,5 jam.
Selain itu, terdapat prosedur lanjutan seperti thrombectomy demi menyelamatkan sel-sel otak pasien dari kematian permanen.
Demi mempermudah deteksi dini, para ahli kesehatan sangat menganjurkan masyarakat untuk menghafal metode BE FAST.
Metode ini dimulai dengan B (Balance) yaitu kehilangan keseimbangan secara mendadak, limbung, atau pusing. Selanjutnya adalah E (Eyes) yang ditandai dengan pandangan kabur, buram, atau penglihatan ganda secara tiba-tiba.
Komponen berikutnya adalah F (Face) di mana salah satu sisi wajah terkulai atau lumpuh, terutama saat tersenyum. Kemudian A (Arms) yang merujuk pada salah satu lengan melemah atau turun sendiri saat kedua tangan diangkat secara bersamaan.
Langkah selanjutnya adalah S (Speech) yaitu bicara menjadi cadel, tidak jelas, atau kesulitan berbicara dengan normal. Terakhir adalah T (Time) yang menandakan waktu krusial untuk segera membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan stroke terdekat.
Faktor risiko dari stroke sering kali menumpuk secara diam-diam akibat gaya hidup. Beberapa pemicunya mulai dari jarang bergerak, hipertensi, kolesterol, diabetes, hingga kebiasaan merokok.
"Jika senyum Anda tiba-tiba terasa berbeda atau jika orang lain memperhatikan bahwa salah satu sisi wajah Anda tidak bergerak normal, perhatikanlah. Senyum yang aneh jika disertai dengan kesulitan berbicara, ketidakstabilan saat berjalan, atau kelemahan mendadak, mungkin merupakan cara otak memberi sinyal adanya stroke," jelas sekretaris ISA, Dr Arvind Sharma.
"Waktu sangat berharga bagi otak, jadi segera cari pengobatan untuk mengatasi stroke dan meningkatkan kualitas hidup," tutur Dr Arvind Sharma.