Otoritas India Selidiki Dokter yang Lakukan 21 Operasi Caesar
Otoritas kesehatan di Assam, India, menginvestigasi seorang dokter spesialis kandungan bernama Kantheswar Bordoloi yang melakukan 21 operasi caesar darurat dalam waktu sekitar 10 jam, dilansir dari HaiBunda. Tindakan medis di Rumah Sakit Sipil Morigaon tersebut berlangsung sejak 5 September pukul 15.40 hingga 6 September 2025 pukul 01.50 waktu setempat.
Pemerintah daerah memberikan surat peringatan resmi dan meminta laporan rinci mengenai setiap penanganan pasien dalam waktu tiga hari. Penyelidikan difokuskan pada kepatuhan terhadap standar keselamatan, dokumentasi medis, pengendalian infeksi, serta pemantauan kondisi ibu dan bayi.
Kantheswar Bordoloi membantah adanya pelanggaran prosedur dan menjelaskan bahwa tingginya volume pasien darurat dalam waktu singkat merupakan hal biasa di rumah sakit umum India. Menurutnya, operasi tanpa komplikasi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan dukungan dua meja operasi untuk sterilisasi berkelanjutan.
"Saya menangani kasus darurat satu demi satu, dan jumlahnya tiba-tiba meningkat tajam. Saya bekerja dengan cepat, tetapi semua prosedur medis yang diperlukan tetap diikuti,” kata Kantheswar Bordoloi, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.
Ia mengonfirmasi sebagian besar pasien telah dipulangkan dalam kondisi aman, sementara dua lainnya masih dalam perawatan medis. Satu pasien di antaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi Kedokteran Gauhati untuk penanganan lebih lanjut.
"Tapi, semua keputusan tergantung pada kasus yang dialami ibu hamil dan atas pertimbangan dari dokter," kata dr. Alexander Mukti, Sp.OG., Dokter Spesialis Obgyn.
Hingga saat ini, hasil investigasi resmi dari otoritas kesehatan terkait tindakan pembedahan massal tersebut belum dipublikasikan kepada masyarakat.