Turis Asal Denmark Meninggal Dunia Setelah Snorkeling di Nusa Penida Bali

Share

Seorang wisatawan asing asal Denmark berinisial AKL (42) dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya setelah melakukan aktivitas snorkeling di perairan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Peristiwa nahas tersebut, seperti dilansir dari Detik Travel, berlangsung di Samah Nusa Lembongan Villa, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.30 Wita. "Berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya melakukan aktivitas snorkeling di perairan Nusa Penida," kata Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya, Selasa (30/6/2026).

Menurut penjelasan pihak kepolisian, petaka tersebut bermula ketika pria kelahiran Juni 1984 itu kembali ke tempat penginapannya seusai berenang di area laut.

Sesampainya di lokasi menginap, AKL mendadak mengeluhkan sesak napas serta merasakan kondisi tubuhnya tidak nyaman kepada orang di sekitarnya. Tidak lama setelah menyampaikan keluhan tersebut, warga negara asing ini mendadak jatuh ambruk dan langsung kehilangan kesadaran.

Situasi tersebut membuat pihak akomodasi bersama rekan-rekan korban panik dan langsung berusaha memberikan tindakan pertolongan pertama. Langkah evakuasi darurat segera dilakukan dengan membawa AKL menuju klinik East Medical Lembongan untuk mendapatkan penanganan medis segera.

Namun, nyawa pria asal Denmark tersebut tetap tidak dapat diselamatkan sesampainya di fasilitas kesehatan. "Setibanya di lokasi (klinik), korban dinyatakan telah meninggal dunia," imbuh Kesuma. Usai menerima laporan terkait insiden tersebut, aparat dari Polsek Nusa Penida langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Petugas kepolisian segera menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) tahap awal sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik bagian luar yang dijalankan oleh tim medis, petugas tidak menemukan adanya tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. AKL diduga kuat mengalami serangan jantung mendadak akibat faktor kelelahan setelah melakukan aktivitas fisik di dalam laut. Jenazah AKL kini telah dipindahkan dari wilayah Nusa Penida menuju Rumah Sakit Bali Mandara di Kota Denpasar untuk proses penanganan lanjutan.

"Pihak keluarga telah menerima kepergian korban dengan ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi," pungkas Kesuma.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author