Blackrock dan Dimensional Fund Lepas Saham BREN Massal

Share

Raksasa pengelola dana investasi global, Blackrock Inc, dilaporkan telah memangkas kepemilikan sahamnya pada emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), selama periode Mei 2026. Dikutip dari Bloombergtechnoz, perusahaan manajemen investasi yang dipimpin Larry Fink tersebut melepas sekitar 218,87 juta lembar saham BREN hanya dalam waktu satu bulan. Jumlah pelepasan tersebut mencakup lebih dari setengah dari total posisi saham yang dikuasai Blackrock pada awal tahun ini.

Padahal, hingga April 2026, Blackrock tercatat masih menguasai sebanyak 352,04 juta lembar saham emiten energi terbarukan tersebut.

Akibat aksi divestasi besar-besaran sepanjang Mei 2026, sisa kepemilikan saham Blackrock di BREN sempat menyusut hingga menjadi 133,16 juta lembar. Meski demikian, Blackrock terpantau berbalik arah dengan menambah muatan sebanyak 2,75 juta lembar saham BREN sepanjang Juni 2026.

Langkah mutakhir tersebut menggenjot kembali kepemilikan saham Blackrock di BREN menjadi 135,91 juta lembar hingga akhir Juni 2026. Saat ini, posisi investasi Blackrock berada pada tingkat harga pembelian rata-rata atau cost basis average sebesar Rp8.730 per saham.

Dengan harga saham BREN yang berada di level Rp3.190 per saham pada pukul 14.23 WIB, Blackrock kini menghadapi posisi kerugian tidak terealisasi sebesar 63,57%. Langkah divestasi masif ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh Blackrock, melainkan juga diikuti oleh pemodal kakap Dimensional Fund Advisors LP. Perusahaan manajemen investasi yang didirikan oleh konglomerat David Booth tersebut dilaporkan telah melepas 7,17 juta lembar saham BREN sepanjang tahun berjalan.

Melalui aksi jual tersebut, sisa kepemilikan Dimensional Fund di BREN kini berada di angka 23,35 juta lembar saham.

Dimensional Fund memegang saham BREN dengan cost basis average sebesar Rp8.360 per saham, sehingga kini mengalami kerugian sebesar 61,96% jika disandingkan dengan harga terkini. Di lantai bursa, pergerakan saham emiten yang bergerak di bidang bisnis panas bumi dan pembangkit angin ini memang sedang dalam tren melemah. Secara year-to-date atau sejak awal tahun ini, saham BREN tercatat sudah mengalami koreksi hingga mencapai 67,11%.

Investor asing sendiri secara akumulatif membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai kurang lebih Rp374,98 miliar pada saham BREN sepanjang tahun berjalan.

Upaya Mempertebal Free Float Saham BREN

Tekanan jual yang melanda saham BREN ini juga berjalan beriringan dengan aksi divestasi yang dilakukan oleh Prajogo Pangestu sendiri. Langkah pemilik grup tersebut dilakukan dalam rangka pemenuhan ketentuan serta peningkatan jumlah saham beredar di publik atau free float.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Prajogo Pangestu melalui perusahaan pengendali PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah melepas 38,4 juta lembar saham BREN pada transaksi 20 April 2026. Nilai total transaksi dari pelepasan saham tersebut mencapai Rp251,39 miar dengan tingkat harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp6.546 per lembar.

Pihak manajemen BRPT memberikan penjelasan bahwa divestasi dilakukan demi mendongkrak kuantitas free float sekaligus tingkat likuiditas saham BREN di pasar modal. Pascatransaksi itu, volume saham yang didekap oleh BRPT menyusut menjadi 86,47 juta lembar, namun persentasenya tetap mengambil porsi sekitar 64,63% dari total saham BREN. Sebelumnya, BRPT tercatat menggenggam sejumlah 86,51 juta lembar saham BREN yang juga merepresentasikan porsi kepemilikan sebesar 64,63%.

Upaya memperluas free float ini sebelumnya juga ditempuh Prajogo Pangestu melalui skema divestasi saham milik Green Era Energy Pte Ltd di BREN.

Afiliasi bisnis tersebut melepas sebanyak 350 juta lembar saham BREN dengan harga pelaksanaan yang dipatok sebesar Rp4.510 per saham. Melalui divestasi yang sah pada 6 April 2026 itu, kepemilikan Green Era didepan publik menyusut ke level 30,32 juta lembar saham atau setara dengan 22,66% dari total saham beredar BREN.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author