Harga BBM Solar Nonsubsidi Pertamina Diprediksi Turun pada Juli 2026

Share

Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar diprediksi mengalami penurunan sekitar 15 persen pada Juli 2026 mendatang akibat merosotnya harga minyak mentah dunia, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Selasa (30/6/2026).

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan bahwa harga minyak mentah global saat ini telah menyusut ke kisaran US$70 per barel dari posisi sebelumnya yang mencapai US$90 hingga US$100 per barel saat konflik Timur Tengah memuncak.

"Penurunan cukup signifikan dari rata-rata [harga minyak mentah pada periode perang] US$90—US$100 [per barel], atau 20%—30%, idealnya harga Dex bisa turun Rp21.000/liter dan Dex Lite Rp19.500/liter," kata Lukman ketika dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Penurunan harga komoditas global tersebut dinilai membuka ruang penyesuaian tarif domestik, meskipun pergerakannya diproyeksikan bakal berjalan lebih terbatas karena pengaruh faktor makroekonomi lainnya.

"Besaran penurunannya tentu mengikuti formula yang berlaku, tetapi secara ekonomi sulit membenarkan apabila harga tetap bertahan pada level saat ini. Ketika harga minyak naik, penyesuaian berlangsung cepat. Maka ketika harga turun, masyarakat juga berhak segera menikmati penurunan harga BBM," kata Ekonom Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Badiul Hadi ketika dihubungi, Selasa (30/6/2026).

Badiul menambahkan bahwa perhitungan aspek kurs rupiah terhadap dolar AS, ongkos pengolahan, hingga biaya distribusi membuat proyeksi penurunan menjadi lebih moderat.

"Estimasi yang lebih agresif adalah Pertamina Dex sekitar Rp23.000—Rp23.800 per liter, dan Dexlite sekitar Rp21.500—Rp22.300 per liter," tegas Badiul.

Selain kalkulasi formula harga dasar, situasi geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi variabel penting yang harus dipantau oleh otoritas terkait.

"Kepastian formula dan konsistensi kebijakan merupakan bagian penting dari menjaga kepercayaan publik serta memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat," ujar Badiul.

Kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi rutin dievaluasi secara berkala setiap tanggal 1 mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, di mana pada pertengahan Juni lalu PT Pertamina Patra Niaga sempat menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter di DKI Jakarta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author