Luis Enrique Koleksi Tiga Trofi Liga Champions Bersama Paris Saint-Germain

Share

Keberhasilan Luis Enrique membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions 2025/26 tidak hanya mengukuhkan dominasi klub asal Prancis tersebut di Eropa. Gelar tersebut juga menempatkan Luis Enrique dalam jajaran pelatih paling sukses dalam sejarah kompetisi elite antarklub Eropa, seperti dikutip dari Bola. Dengan trofi Liga Champions musim ini, Luis Enrique kini telah mengoleksi tiga gelar Liga Champions sepanjang karier kepelatihannya.

Catatan tersebut membuatnya sejajar dengan sejumlah nama legendaris seperti Pep Guardiola, Zinedine Zidane, dan Bob Paisley yang juga mengoleksi tiga trofi Piala Champions Eropa atau Liga Champions. Di puncak daftar pelatih tersukses masih berdiri kokoh Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia tersebut menjadi sosok tersukses dalam sejarah kompetisi dengan koleksi lima gelar Liga Champions, sebuah rekor yang masih belum tersentuh oleh pelatih aktif maupun mantan pelatih lainnya.

Dalam sejarah Piala Champions Eropa dan Liga Champions, hanya segelintir pelatih yang mampu mengangkat trofi lebih dari dua kali. Di bawah Carlo Ancelotti yang mengoleksi lima gelar, terdapat empat pelatih yang sama-sama mengoleksi tiga gelar Liga Champions, yakni Bob Paisley, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, dan Luis Enrique.

Nama-nama tersebut dikenal sebagai arsitek kesuksesan klub-klub besar Eropa pada era yang berbeda, mulai dari dominasi Liverpool di bawah Paisley hingga kejayaan Real Madrid bersama Zidane. Masuknya Luis Enrique ke kelompok elite tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pelatih terbaik di generasinya. Setelah sebelumnya mempersembahkan gelar Liga Champions untuk FC Barcelona, pelatih asal Spanyol itu kembali membuktikan kemampuannya dengan membawa Paris Saint-Germain menaklukkan Eropa.

Dominasi Pertandingan dan Mental Juara

Keberhasilan ini membuat PSG menjadi tim kedua pada era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar secara beruntun setelah sebelumnya dilakukan oleh Real Madrid. Di sisi lain, Arsenal kembali harus menunda impian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Gelandang PSG, Joao Neves, dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan berkat penampilan impresifnya sepanjang 120 menit. Pemain muda Portugal itu tampil dominan di lini tengah dan menjadi salah satu kunci keberhasilan tim asuhan Luis Enrique menguasai jalannya laga.

Secara statistik, PSG tampil jauh lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 75 persen berbanding 25 persen milik Arsenal. Les Parisiens juga melepaskan 21 tembakan, sementara Arsenal hanya mampu mencatatkan tujuh percobaan sepanjang pertandingan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author