Julian Nagelsmann Hadapi Ancaman Pemecatan Usai Jerman Tersingkir

Share

Pelatih tim nasional Jerman Julian Nagelsmann menghadapi ancaman pemecatan setelah skuadnya tersingkir secara memalukan dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Kekalahan ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut bagi Jerman di panggung dunia, memicu kritik keras atas keputusan personel dan taktik yang dinilai tidak efektif sepanjang turnamen berlangsung.

Gelandang Kai Havertz menyampaikan kekecewaan mendalam atas hasil buruk yang diraih tim panser setelah pertandingan selesai.

"Mir fehlen ein bisschen die Worte. Das war jetzt mein zweites Turnier und wir haben zum zweiten Mal reingeschissen!" kata Kai Havertz, Gelandang Timnas Jerman.

Havertz juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena kembali mengecewakan di turnamen besar, serta mengiyakan anggapan bahwa sepak bola Jerman saat ini berada di level kedua.

"Was ich sagen kann: Entschuldigung! Jetzt wieder zu enttäuschen ist kein schönes Gefühl." ujar Kai Havertz, Gelandang Timnas Jerman.

Rekan setimnya, Nadiem Amiri, turut mengakui bahwa seluruh anggota tim merasa sangat terkejut dengan kepulangan yang sangat awal ini.

"wir schockiert sind. Wir haben nicht damit gerechnet, so früh schon auszuscheiden." tutur Nadiem Amiri, Gelandang Timnas Jerman.

Di sisi lain, Julian Nagelsmann justru menyoroti keputusan wasit yang menganulir gol reguler Jerman pada babak perpanjangan waktu dan menyebutnya sebagai skandal besar.

"Das ist ein Skandal, echt ein Witz" kecam Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.

Nagelsmann bahkan mengungkit kembali insiden masa lalu saat melawan Spanyol yang menurutnya juga seharusnya membuahkan penalti bagi Jerman.

"Das ist ein Voll-Skandal! Ich erinnere mich an Spanien zurück, auch da hätten wir einen Elfmeter bekommen müssen…" cetus Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.

Sebelum turnamen berakhir, Direktur Olahraga Rudi Völler sempat berusaha meredam tekanan politik terhadap sang pelatih dengan menyebut performa tim sangat bergantung pada kondisi puncak para pemain.

"Wir haben eine Mannschaft, die an richtig guten Tagen, wenn sie wirklich am Limit spielt und hundertprozentig da ist, gegen jede Mannschaft gewinnen kann. Wenn ein paar Prozent weniger da sind, können wir aber auch gegen einige verlieren. Das ist Fakt, das ist der Unterschied" ungkap Rudi Völler, Direktur Olahraga DFB.

Meski posisi jabatannya kini berada di ujung tanduk, Nagelsmann menyatakan kesiapannya untuk terus memimpin tim nasional Jerman menuju Euro 2028 jika federasi masih memberikan kepercayaan.

"Ich stehe zur Verfügung. Wenn der DFB das möchte, mache ich die EM 2028. Und wenn nicht, müssen sie mir das sagen" tegas Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.

Ia menambahkan dalam wawancara bersama stasiun televisi ZDF bahwa dirinya bukan tipe orang yang akan melarikan diri dari tanggung jawab besar ini.

"Ich bin keiner, der wegläuft…" pungkas Julian Nagelsmann, Pelatih Timnas Jerman.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author