Asaki Sambut Penurunan Harga LNG dan Kenaikan Alokasi HGBT

Share

Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) menyambut baik langkah pemerintah yang menurunkan harga regasifikasi LNG industri menjadi US$ 13 per MMBTU dan menaikkan alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi 50 persen pada Selasa (30/6/2026).

Kebijakan baru ini dinilai mampu membangkitkan optimisme pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dilansir dari Detik Finance, penyesuaian tersebut memangkas rata-rata biaya gas sektor keramik menjadi sekitar US$ 9,5 hingga US$ 10 per MMBTU, atau setara dengan 38 persen sampai 40 persen dari total biaya produksi.

Ketua Umum Asaki Edy Suyanto menyatakan bahwa langkah cepat ini memberikan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan oleh sektor manufaktur ditengah tantangan berat beberapa tahun terakhir.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah atas perhatian dan langkah cepat yang telah diambil. Kebijakan ini memberikan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya saing industri nasional, serta melindungi keberlangsungan lapangan kerja," kata Edy dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Langkah penurunan ini juga diproyeksikan mampu menekan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di dalam industri terkait. Asaki berharap porsi alokasi HGBT ke depannya dapat ditingkatkan kembali hingga mencapai 70 persen sampai 80 persen demi memperkuat resiliensi dari serbuan produk impor China dan India.

Melalui kepastian pasokan energi ini, industri keramik nasional tetap optimistis untuk melanjutkan rencana ekspansi periode 2025-2029. Target ekspansi tersebut mencakup penambahan kapasitas produksi sebesar 80 juta meter persegi dengan nilai investasi Rp 12 triliun yang berpotensi menyerap 6.000 tenaga kerja baru.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author