Saham Gurita Bisnis Prajogo Pangestu Ambles Lebih Separuh Sejak Awal Tahun

Share

Portofolio saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali mencatatkan penurunan tajam pada awal perdagangan Selasa (30/6/2026). Seluruh saham dalam gurita bisnis tersebut bahkan telah ambles lebih dari separuh nilainya sejak awal tahun ini.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) merosot 3,91% ke level Rp1.350 per saham pada pukul 09.52 WIB. Emiten holding Grup Barito ini tercatat sudah melorot sebesar 58,7% secara year-to-date.

Koreksi serupa melanda saham sektor petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), yang ikut turun 3,8% menjadi Rp1.645 per saham. Sejak awal tahun, nilai saham TPIA telah terpangkas hingga 76,43%.

Tren penurunan ini juga diikuti oleh emiten energi baru terbarukan (EBT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Saham afiliasi ini minus 3,44% menuju level Rp3.090 per saham, dengan akumulasi penurunan 68,25% sejak awal tahun.

Selanjutnya, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terkoreksi 3,42% ke posisi Rp565 per saham. Emiten berkode CDIA tersebut tercatat sudah anjlok 66,17% sepanjang tahun berjalan.

Sektor tambang dan infrastruktur Grup Barito tidak luput dari tekanan pasar. Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menyusut 4,51% ke level Rp3.600 per saham, atau akumulasi minus 67,05% year-to-date.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami kejatuhan 76,71% secara year-to-date. Saham CUAN tertekan hingga menyentuh level Rp545 per saham pada perdagangan hari ini.

Kemerosotan massal portofolio Prajogo Pangestu ini terjadi selaras dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada pukul 09.10 WIB, IHSG melemah 1,52% atau kehilangan 88,47 poin ke level 5.732.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi mencapai 2,28 miliar saham dengan nilai Rp1,58 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 186.595 kali, di mana 417 saham melemah, 131 saham menguat, dan 121 saham bergerak stagnan.

Pergerakan indeks regional Asia terpantau bervariasi. Indeks TW Weighted, NIKKEI 225, Shenzhen Comp, Topix, dan CSI 300 berhasil menguat, sedangkan Hang Seng, KOSDAQ, PSEi, Straits Times, Shanghai Composite, KLCI, dan KOSPI tergelincir ke zona merah.

Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Ketidakpastian geopolitik global yang meningkat juga menambah tekanan di pasar modal.

Pelaku pasar domestik juga tengah mencermati data penting yang akan rilis esok hari, meliputi PMI manufaktur, inflasi, serta neraca perdagangan Indonesia. Selain itu, rencana sejumlah IPO emiten pada awal Juli diproyeksikan bakal menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG hari ini cenderung mixed melemah. Indeks diproyeksikan bergerak dalam rentang support 5.730 dan resistance 6.000, dengan peluang rebound yang masih terbatas selama belum menembus area resistance tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author