PT Bank Negara Indonesia Memperkuat Kinerja Melalui Transformasi Berkelanjutan

Share

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memperkuat peran bisnisnya melalui transformasi berkelanjutan di berbagai lini guna mendongkrak kinerja finansial dan daya saing nasional pada momentum peringatan ulang tahun kedelapan dekade perusahaan.

Langkah strategis tersebut difokuskan pada penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan manajemen risiko, sejalan dengan tata kelola BUMN oleh Danantara Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, emiten berkode BBNI ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun sepanjang tahun 2025 dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto yang menentu di angka 1,9% serta loan at risk (LaR) pada level 8,5%.

Pertumbuhan positif ini terus berlanjut hingga akhir Mei 2026 dengan perolehan total aset mencapai Rp1.365,36 triliun, dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.063,92 triliun, ekuitas sebesar Rp160,99 triliun, serta laba bersih berjalan sebesar Rp9,05 triliun. Keberhasilan ini ditopang oleh performa platform digital ritel wondr by BNI yang menggaet lebih dari 12 juta nasabah pada akhir 2025, serta layanan wholesale banking BNIdirect yang mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi di atas 25% secara tahunan.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan bahwa pembenahan internal ini bertujuan memitigasi ketidakpastian pasar sekaligus mengoptimalkan potensi pasar yang baru.

"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan. Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional," kata Paolo dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Paolo menambahkan bahwa indikator rasio keuangan yang sehat menjadi modalitas utama perseroan dalam mentransmisikan nilai ekonomi kepada para pemangku kepentingan.

"Hasil transformasi tersebut tercermin pada kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. BNI membukukan laba bersih sebesar Rp 20 triliun. Pada saat yang sama, kualitas aset terus membaik, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto turun menjadi 1,9% dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5%," ujar Paolo Kartadjoemena.

Manajemen BNI juga memandang integrasi pengelolaan investasi bersama Danantara Indonesia akan menjadi pemicu efisiensi jangka panjang bagi badan usaha milik negara.

"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," kata Paolo.

Kerangka kerja sama strategis ke depan akan tetap mengedepankan asas pelayanan publik yang adaptif demi perluasan kontribusi pembangunan.

"Ke depan, BNI akan terus melanjutkan agenda transformasi untuk memperkuat daya saing dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional sejalan dengan semangat 'Terus Mengabdi untuk Terus Melayani'. Selaras dengan arah penguatan tata kelola dan penciptaan nilai BUMN melalui Danantara, perseroan optimistis dapat terus memperkuat kinerja, memperluas kontribusi bagi pembangunan nasional, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan negara," kata Paolo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author