Cody Gakpo Tetap Bela Belanda di Piala Dunia Usai Kehilangan Calon Anak

Share

Penyerang Timnas Belanda Cody Gakpo memutuskan tetap bertahan bersama skuad di Piala Dunia 2026 Meksiko untuk menghadapi Maroko pada laga babak 32 besar Selasa (30/6), setelah menerima kabar duka mendalam dari keluarganya.

Calon anak kedua dari pemain depan asal klub Liverpool tersebut dilaporkan meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan sang kekasih, Noa van der Bij, menjelang laga krusial De Oranje.

"Dengan hati yang hancur, kami mengabarkan bahwa bayi kami telah meninggal dunia saat masih dalam kandungan. Terima kasih kepada semua atas dukungan kalian. Kami pergi ke gereja bersama dan menyalakan lilin.

Setelah itu, kami pergi ke taman bermain bersama putra kami, Samuel. Di sana ada seorang anak laki-laki lain bernama Elijah. Tidak ada tanda yang lebih indah dari Tuhan selain itu." kata Noa van der Bij.

Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) langsung menyatakan duka mendalam dan memberikan solidaritas penuh serta berusaha mendampingi keluarga sang pemain semaksimal mungkin selama melewati masa-masa sulit ini.

"Pertama-tama, kami menyampaikan solidaritas kami kepada Cody dan keluarganya, serta kepada Noa dan putra mereka, Samuel. Ini adalah situasi pribadi yang sangat menyedihkan. Tentu saja, kami sudah mengetahui kejadian ini dan KNVB sedang berusaha mendukung keluarga tersebut sebisa mungkin.

Cody telah memutuskan, atas kesepakatan dengan pacarnya, untuk tetap bersama tim. Kami menghormati privasi mereka dan oleh karena itu tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai situasi ini, termasuk cara kami berusaha untuk mendampingi mereka. Kami juga tidak akan memberikan informasi lebih lanjut mengenai hal ini dalam waktu dekat.

Segala komunikasi terkait hal ini sepenuhnya menjadi kewenangan keluarga tersebut." bunyi pernyataan resmi KNVB.

Melalui unggahan di media sosial, pasangan Gakpo membagikan detail emosional mengenai nama yang semula disiapkan untuk sang buah hati yang diprediksi lahir pada Oktober mendatang.

"Dengan hati yang hancur, kami membagikan kabar duka bahwa bayi laki-laki kami telah meninggal dunia selama masa kehamilan," tulis Noa.

Noa juga menyampaikan rasa terima kasih atas simpati yang terus berdatangan untuk mendiang putranya tersebut.

"Terima kasih atas cinta dan dukungan kalian. Elijah Raphael Gakpo. Selamanya dicintai. Selamanya putra kami," lanjutnya.

Melalui akun pribadinya, Cody Gakpo yang kini berada di pemusatan latihan juga merilis permohonan agar publik memberikan ruang bagi keluarganya.

"Ini adalah waktu yang sangat sulit bagi keluarga kami. Kami dengan hormat meminta privasi dan ruang (untuk berduka). Terima kasih atas pengertian Anda," tulis Cody Gakpo.

Kapten timnas Belanda Virgil van Dijk turut menyampaikan rasa simpati mendalam dan menegaskan bahwa sepak bola hanyalah masalah sampingan dibandingkan keluarga.

"Berada di sisi Cody adalah hal yang paling penting. Ini mengerikan. Pada saat seperti ini, kembali menjadi jelas bahwa sepak bola hanyalah masalah sampingan.

Dan ada hal-hal yang lebih penting dalam hidup. Ini sangat menyedihkan. Anda tidak pernah ingin mengalami hal ini," kata Virgil van Dijk.

Van Dijk memuji ketegaran rekan setimnya di Liverpool tersebut yang dinilai sangat dewasa dalam menghadapi ujian berat di tengah turnamen.

"Namun seperti yang dikatakan pelatih nasional dan mengenal Cody, dia sangat ingin melanjutkan satu ronde lagi. Dia menghadapinya dengan sangat dewasa. Saya sangat hormat bagaimana dia, dan juga Noa serta keluarganya, telah menangani hal ini," tambah Virgil van Dijk.

Pelatih Belanda Ronald Koeman mengonfirmasi bahwa tim kepelatihan telah memberikan kebebasan penuh kepada Gakpo, namun sang pemain memilih terus berjuang bersama tim.

"Itu adalah kabar sedih yang kami dengar. Itulah yang telah disampaikan kepada Cody, istrinya, dan keluarganya. Kami melakukan segala yang kami mampu untuk mendukungnya. Sebagai staf, kami memberinya kebebasan untuk meninggalkan hotel dan bersama keluarganya di beberapa hari pertama," kata Ronald Koeman.

Koeman memastikan bahwa kesiapan mental Gakpo tetap terjaga dengan baik untuk pertandingan babak gugur melawan Maroko.

"Saya rasa Cody menangani hal itu dengan sangat baik. Tidak pernah ada momen di mana dia berkata, 'Saya ingin pulang' atau ‘Saya ingin bersama keluarga’. Dia telah menilainya sendiri dan melakukannya dengan caranya sendiri. Saya pikir itu menunjukkan kedewasaan, bagaimana dia dan keluarganya menghadapi hal ini," tutur Ronald Koeman.

Koeman juga menegaskan bahwa jajaran pelatih dan pemain akan terus berada di belakang Gakpo sebagai sistem pendukung utama.

"Jadi dia siap bermain dan itu tidak membebani penampilannya. Dia melakukan ini dengan caranya sendiri bersama keluarga, dan itu sangat kuat dan indah. Kami membiarkannya seperti itu. Kami berada di sana sebagai pendukung, di mana pun kami bisa, sama seperti para pemain," jelas Ronald Koeman.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa pesan duka ini diunggah dengan hati yang hancur sekaligus sebagai penghormatan terakhir bagi sang putra.

"Dengan hati yang hancur, kami menyampaikan kabar menyedihkan bahwa bayi laki-laki kami meninggal dunia saat dalam kandungan," ucap Noa.

Unggahan emosional tersebut diakhiri dengan penegasan bahwa sang anak akan selalu mendapatkan tempat terbaik di hati mereka.

"Terima kasih atas cinta dan dukungan kalian. Elijah Raphael Gakpo. Selamanya dicintai. Selamanya putra kami," tutup Noa.

Belanda dijadwalkan bertanding melawan Maroko di Stadion Monterrey, Guadalupe, Nuevo Leon, Meksiko, pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author