CEO Micron Prediksi Kelangkaan DRAM dan Lonjakan Harga Berlanjut

Share

Industri perangkat keras PC saat ini mengalami guncangan hebat akibat kelangkaan komponen memori. Situasi tersebut memicu lonjakan harga yang sangat signifikan di pasar global. Seperti dilansir dari Gamebrott, kondisi krisis pasokan ini diperkirakan tidak akan mereda dalam kurun waktu yang singkat.

Sejumlah produsen utama pun mulai memproyeksikan dampak jangka panjangnya. Berdasarkan laporan finansial kuartal ketiga tahun 2026, CEO Micron Sanjay Mehrotra memberikan pandangannya mengenai dinamika industri DRAM saat ini. Menurutnya, pemulihan stabilitas pasokan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sanjay Mehrotra menjelaskan bahwa para konsumen mereka telah menyadari penyesuaian ini. Kelangkaan stok untuk memori dan ruang penyimpanan masih menjadi tantangan besar yang belum terselesaikan.

Selama setahun terakhir, para produsen DRAM raksasa seperti Samsung, SK hynix, dan Micron sebenarnya berhasil membukukan keuntungan besar. Lonjakan penjualan memori menjadi faktor utama pendorong pendapatan mereka. Kendati demikian, tren kenaikan harga produk diprediksi masih akan terus berlangsung dalam waktu lama. Lonjakan ini dipicu oleh ketidakseimbangan yang persisten antara ketersediaan barang dan permintaan pasar.

Walaupun kondisi industri manufaktur diperkirakan membaik secara bertahap pada tahun 2028, masalah mendasar belum sepenuhnya tuntas. Pihak manajemen Micron melihat sinyal bahwa kapasitas suplai belum mampu mengimbangi tingginya permintaan pasar. Guna mengatasi keterbatasan ini, Micron kini tengah mempercepat langkah strategis. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut sedang mempersiapkan pembangunan fasilitas pabrik baru yang berlokasi di New York.

Pabrik baru di New York tersebut diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2029 mendatang. Langkah ekspansi ini diharapkan mampu memperkuat volume produksi memori secara global di masa depan. Selain membangun fasilitas baru, Micron juga menempuh jalur akuisisi untuk mempercepat peningkatan output.

Perusahaan berencana membeli salah satu pabrik milik PSMC dengan nilai investasi mencapai 1,8 miliar USD. Proses akuisisi pabrik PSMC senilai 1,8 miliar USD ini ditargetkan mampu mendongkrak kapasitas produksi Micron pada tahun 2027. Strategi ini diambil untuk merespons kebutuhan pasar yang mendesak.

Melalui berbagai proyeksi tersebut, tren kenaikan harga yang tidak wajar dipastikan masih membayangi produk hardware terbaru. Kondisi fluktuatif ini diperkirakan terus berlanjut setidaknya hingga dua tahun ke depan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author