Achraf Hakimi Ajukan Banding demi Batalkan Peradilan Kasus Pemerkosaan
Kapten timnas Maroko Achraf Hakimi mengajukan banding ke pengadilan tingkat lebih tinggi di Prancis guna membatalkan putusan persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan yang menjerat dirinya sejak awal 2023.
Langkah hukum ini diambil setelah Pengadilan Banding Versailles menolak permohonan bek Paris Saint-Germain tersebut untuk membatalkan dakwaan. Kabar mengenai proses persidangan ini muncul di tengah partisipasi Hakimi membela negaranya di Piala Dunia 2026.
Hakimi dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap seorang wanita berusia 24 tahun di kediamannya yang terletak di wilayah Boulogne-Billancourt, pinggiran Paris. Kasus ini awalnya diselidiki oleh Kejaksaan Nanterre setelah korban melapor pada Februari 2023, dan pihak jaksa kini menuntut hukuman 15 tahun penjara.
Pemberitahuan persidangan yang diterbitkan Pengadilan Banding Versailles pada Juni 2026 memicu reaksi keras dari publik, terutama saat Maroko bertanding di Amerika Serikat. Pemain berusia 27 tahun itu dilaporkan sempat mendapat cemoohan dari suporter lawan dalam rangkaian laga fase grup.
Meskipun menghadapi tekanan hukum berat, mantan pemain akademi Real Madrid tersebut menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada turnamen sepak bola internasional. Setelah membawa Maroko menang atas Haiti dan melaju ke babak gugur, Hakimi memberikan pernyataan langsung mengenai situasi internal yang dihadapinya.
"Estoy viviendo un momento muy bueno a nivel personal y a nivel profesional" kata Achraf Hakimi, Kapten Timnas Maroko.
Pemain yang lahir di Spanyol ini juga menambahkan bahwa kondisi mentalnya tetap terjaga berkat dukungan penuh dari lingkungan terdekat. Hakimi mengklaim dinamika persidangan tidak mengganggu konsentrasinya di lapangan hijau selama gelaran Piala Dunia berlangsung.
"Me encuentro muy bien, tengo gente muy buena a mi alrededor que me ayuda a estar concentrado en lo más importante" tambah Achraf Hakimi, Kapten Timnas Maroko.
Sebelum menyampaikan pernyataan lisan tersebut, Hakimi sempat menuliskan pembelaan panjang melalui akun media sosial pribadinya. Melalui unggahan di platform X, ia mengkritik jalannya proses hukum yang dianggapnya berat sebelah karena status popularitasnya sebagai atlet terkenal.
"La justice me miró a los ojos y me dijo: «Si no fueras conocido, nunca habría habido un caso». Opté por guardar silencio durante años. Pensé que mantener la dignidad, ser paciente y confiar en la justicia permitiría que se tomaran las decisiones correctas.
Hoy, una historia que no es la mía se cuenta en detrimento de mi familia, de mi vida y, sobre todo, de la verdad. A veces tengo la sensación de haberme convertido en un blanco fácil. Espero este juicio desde el primer día.
Y ahora lo espero con impaciencia" tulis Achraf Hakimi, Kapten Timnas Maroko.
Di sisi lain, pihak kuasa hukum korban menyambut baik keputusan pengadilan untuk membawa kasus ini ke meja hijau. Rachel-Flore Pardo, pengacara dari wanita pelapor, menyatakan kepuasan atas konsistensi otoritas yudisial Prancis setelah melalui proses pemeriksaan dokumen yang panjang.
"Tras más de tres años de batalla judicial, y después de haber sido difamada y vilipendiada por la defensa de Achraf Hakimi, esta decisión brinda alivio y esperanza a mi clienta. Alivio por haber sido escuchada por el sistema judicial y por tener derecho a un juicio. Espero que este proceso ayude a otras women y contribuya a resquebrajar el muro de negación e impunidad que rodea a la violencia sexual, incluso en el mundo del fútbol masculino" cuit Rachel-Flore Pardo, Pengacara Korban.
Kasus pidana ini juga berdampak besar pada kehidupan domestik sang pemain, di mana hubungannya dengan aktris Hiba Abouk berakhir dengan perceraian. Mantan istri Hakimi tersebut kini telah pindah ke Madrid bersama kedua anak mereka demi menjauh dari tekanan media massa di Paris.
Hiba Abouk yang sempat menghentikan karier aktingnya demi keluarga, memilih fokus pada pemulihan mental anak-anaknya. Melalui media sosial saat berlibur di Ibiza, aktris berusia 39 tahun tersebut membagikan pesan mengenai caranya menghadapi situasi sulit pasca-perceraian.
"Hay pocas cosas que no puedan curar un fin de semana con amigos, buena comida, el mar y los besos de mis hijos" tulis Hiba Abouk, Aktris dan Mantan Istri Hakimi.
Hingga saat ini, Mahkamah Agung Prancis memiliki waktu tiga bulan untuk memeriksa memori banding yang diajukan oleh pengacara Hakimi, Fanny Colin. Jika permohonan banding terakhir ini kembali ditolak, jadwal persidangan resmi dipastikan akan digelar oleh otoritas Prancis pada tahun 2027.