IHSG Berpotensi Melemah Terbatas Menjelang Rilis Data Makro Domestik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Selasa (30/6/2026) karena belum adanya katalis positif di pasar. Tekanan jual yang kuat membuat pergerakan indeks berada di bawah rata-rata pergerakan 5 hari dan 20 hari.
Pelemahan ini melanjutkan tren pada perdagangan Senin (29/6/2026), saat IHSG ditutup turun sebesar 1,28% ke level 5.820, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan penyempitan histogram positif, sementara Stochastic RSI mulai turun dari area jenuh beli.
Kondisi pasar saat ini juga dipengaruhi oleh sentimen domestik terkait usulan tambahan anggaran kementerian dan lembaga sebesar Rp984 triliun untuk RAPBN 2027. Selain itu, rencana pemerintah membentuk Dewan Kawasan Industri Nasional (DKIN) memicu kekhawatiran terkait efisiensi birokrasi meskipun berpotensi menaikkan daya saing.
Phintraco Sekuritas memberikan analisis mengenai proyeksi pergerakan saham dan sikap pelaku pasar menjelang rilis data makroekonomi terbaru.
"Dengan minimnya katalis positif dalam jangka pendek serta tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makro domestik, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways dalam rentang 5.700-5.900 pada perdagangan Selasa (30/6)," tulis Phintraco Sekuritas.
Di sisi lain, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memberikan pandangan tersendiri mengenai risiko koreksi lanjutan yang membayangi pergerakan indeks akibat kuatnya tekanan jual.
"IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784, sedangkan penguatan jangka pendek diperkirakan hanya menguji area 5.837-5.845," tulis Herditya Wicaksana.