Hong Myung-bo Mundur dari Pelatih Korea Selatan Usai Gagal Piala Dunia

Share

Pelatih kepala tim nasional sepak bola putra Korea Selatan, Hong Myung-bo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah skuad asuhannya gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026 pada Sabtu (27/06). Kegagalan tersebut memicu kritik luas di dalam negeri hingga Presiden Lee Jae-myung mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Dilansir dari BBC, DetikSport, dan CNN Indonesia, tim berjuluk Taeguk Warriors itu finis di peringkat ketiga Grup A dengan mengemas tiga poin setelah menang 2-1 atas Republik Ceko, lalu kalah dari Meksiko dan Afrika Selatan. Hasil tersebut menempatkan Korea Selatan di luar zona delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar.

Asosiasi pendukung tim nasional Korea Selatan merespons kegagalan ini dengan melayangkan kecaman keras pada Senin (29/06).

Masyarakat mendesak agar Hong "berlutut di hadapan seluruh bangsa dan meninggalkan dunia sepak bola untuk selamanya" dalam pernyataan resmi mereka.

Hong Myung-bo kemudian menyatakan mundur dan menyampaikan permohonan maaf terbuka dalam konferensi pers di Meksiko.

"Saya benar-benar meminta maaf pada masyarakat Korea yang mendukung tim ini. Hari ini, saya memutuskan mundur." ujar Hong Myung-bo.

"Mengambil tugas ini tidak akan pernah jadi pilihan yang mudah, namun sejak saya menerimanya, fokus saya hanyalah memenuhi tugas dan tanggung jawab hinga akhir," kata Hong Myung-bo.

"Saya tidak akan mengklaim bahwa semua keputusan saya benar. Pelatih adalah posisi ketika penjelasan tidak akan bisa membenarkan hasil yang ada." tutur Hong Myung-bo.

"Karena itu saya berdiri di sini untuk mengambil tanggung jawab dibanding memberi alasan. Saya gagal memberikan hasil yang diharapkan publik. Tanggung jawab ada pada saya, sebagai pelatih," ucap Hong Myung-bo.

"kami tidak memberikan hasil yang diharapkan para penggemar" tambah Hong Myung-bo.

"Meski saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea," jelas Hong Myung-bo.

"Saya akan mendukung tim nasional dari lubuk hati terdalam dan berharap tim ini kembali dipercaya dan dicintai oleh masyarakat." pungkas Hong Myung-bo.

"menerima pekerjaan ini bukanlah pilihan yang mudah" sebut Hong Myung-bo.

"Saya tidak bisa mengatakan setiap keputusan yang diambil sudah benar, tetapi saya bisa mengatakan bahwa saya membuat setiap keputusan dengan mempertimbangkan sepak bola Korea," kata Hong Myung-bo.

Sementara itu, Presiden Lee Jae-myung menyatakan kekecewaannya secara terbuka melalui media sosial dan menuntut reformasi administrasi olahraga.

Ia menulis bahwa dirinya "bukan hanya bingung tetapi benar-benar tercengang atas hasil yang tak terduga" mengenai performa tim nasional.

Menurut Lee, kegagalan di fase grup Piala Dunia 2026 "tampaknya merupakan kegagalan organisasi dan personel" di dalam tubuh KFA.

"Ketika favoritisme dan kronisme lebih diutamakan daripada kompetensi dalam memilih seorang pemimpin, hasilnya dapat diprediksi seperti api yang membakar kertas," tulis Lee Jae-myung.

"Saya bukan cuma terkejut dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar bingung," ungkap Lee Jae-myung.

"Mengingat bahwa uang pajak nasional dan sumber daya dukungan dari negara yang signifikan diinvestasikan bahkan untuk partisipasi Piala Dunia, saya meminta agar Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki secara menyeluruh keadaan pasti dari insiden ini, menganalisis penyebabnya, dan mengembangkan langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan untuk perbaikan." tegas Lee Jae-myung.

"Kami akan mendorong reformasi administrasi olahraga untuk memastikan hal begini tak akan pernah terulang lagi." kata Lee Jae-myung.

Pihak kepolisian Korea Selatan kini tengah memperketat pengamanan di Bandara Incheon guna mengantisipasi ancaman keamanan bagi tim nasional yang dijadwalkan kembali ke tanah air.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author