Tantri Kotak Ungkap Investasi Bodong Sahabat Sasar Pasien Kanker

Share

Penyanyi Tantri Kotak mengungkapkan dugaan penipuan investasi bodong oleh teman lamanya yang merugikan banyak korban hingga mencapai miliaran rupiah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026). Aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku berinisial PN tersebut menyasar rekan-rekan dekat Tantri, termasuk seorang penderita kanker yang gagal menjalani pengobatan akibat dana investasinya dilarikan pelaku. Total akumulasi kerugian dari seluruh korban yang terdata kini hampir menyentuh angka Rp10 miliar, atau tepatnya sekitar Rp9,7 miliar.

Tantri menjelaskan bahwa nominal kerugian yang sangat besar tersebut bukan merupakan kerugian pribadinya secara personal, melainkan gabungan dari seluruh korban yang ia kenal.

"Kerugian materiil ya kalau misalkan dikalkulasi lah sama korban yang aku kenal aja. Kira-kira kurang lebih sampai di angka Rp10 M, Rp10 M kurang lah," ujar Tantri Kotak. Setelah mengonfirmasi langsung kepada sesama korban, vokalis grup band Kotak ini meluruskan simpang siur informasi mengenai jumlah kerugian pribadinya yang beredar di masyarakat.

"Ini aku lurusin lagi, mungkin ada juga narasi yang terbentuk 'kalau misalnya Tantri kerugian nyampe 10 M?' Wah kalau segitu aku wow kekayaan gue amin, amin," ujarnya. Pihaknya menyayangkan pencatutan dana pertemanan ini karena investasi tersebut awalnya ditawarkan secara langsung oleh PN kepada kelompok pertemanan mereka sebelum akhirnya pelaku memutus komunikasi.

"Tapi itu memang total kerugian dari banyaknya korban yang aku kenal," imbuhnya. Tantri menambahkan bahwa kerugian materiil ini menyisakan kekecewaan yang mendalam karena salah satu korban sangat bergantung pada pencairan dana tersebut demi keperluan medis darurat. "Kalkulasi hampir 10 M, mungkin bisa dibilang 9 koma 7 something lah," tutup Tantri Kotak.

Kasus ini menjadi semakin pilu lantaran dana yang dijanjikan cair tepat waktu tersebut sedianya akan digunakan oleh salah satu rekan untuk berobat medis.

"Temanku ini harus berobat kanker, seharusnya 26 Juni berobat karena dijanjikan profit dari benefit investasi ini," kata Tantri Kotak. Menurut penuturan Tantri, pelaku dinilai telah memanfaatkan kedekatan hubungan personal untuk memuluskan modus investasi palsu tersebut. "Dia tega menyalahartikan kepercayaan dalam pertemanan," kata Tantri.

Hingga saat ini, pelaku PN dilaporkan menghilang tanpa jejak setelah mengumpulkan dana dari para korban, dan pihak keluarga pelaku tidak bersedia memberikan pertanggungjawaban.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author