IHSG 29 Juni 2026 Ditutup Melemah ke Level 5.820 Akibat Saham Big Caps
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,28% atau berkurang 75,34 poin ke posisi 5.820 pada penutupan perdagangan Senin (29/6/2026). Pergerakan indeks komposit ini terkoreksi ke zona merah setelah sempat menguat hingga menyentuh level 5.942 pada pembukaan pagi hari.
Data dari Bloomberg menunjukkan pelemahan ini dipicu oleh anjloknya sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Nilai perdagangan di bursa saham domestik tercatat cukup sepi, yakni hanya berkisar Rp9,1 triliun dari 15,48 miliar saham yang ditransaksikan dengan frekuensi 1,23 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 449 saham mencatatkan pelemahan, sementara 214 saham berhasil menguat, dan 149 saham lainnya bergerak stagnan. Sektor infrastruktur, barang baku, dan keuangan menjadi penekan utama dengan kontraksi masing-masing sebesar 1,57%, 1,42%, dan 1,13%.
Indeks LQ45 yang diisi oleh saham-saham unggulan juga melorot 10,71 poin atau 1,84% ke posisi 573. Penurunan ini diperberat oleh koreksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang sama-sama amblas 4%, serta saham PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS) yang jatuh 6%.
| No | Nama Emiten | Kode Saham | Poin Penekanan |
|---|---|---|---|
| 1 | PT Bank Central Asia Tbk | BBCA | 23,55 poin |
| 2 | PT Telkom Indonesia Tbk | TLKM | 7,34 poin |
| 3 | PT Barito Renewables Energy Tbk | BREN | 5,56 poin |
| 4 | PT Bank Rakyat Indonesia Tbk | BBRI | 4,73 poin |
| 5 | PT Bank Mandiri Tbk | BMRI | 3,93 poin |
| 6 | PT Barito Pacific Tbk | BRPT | 3,39 poin |
| 7 | PT Bhakti Multi Artha Tbk | BHAT | 2,4 poin |
| 8 | PT Ekamas Mora Republik Tbk | MORA | 2,25 poin |
| 9 | PT Pertamina Gas Negara Tbk | PGAS | 2,23 poin |
| 10 | PT Astra International Tbk | ASII | 2 poin |
Selain sepuluh saham di atas, saham unggulan LQ45 lainnya yang turut menekan indeks adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang merosot 8,06%, PT XLSmart Tbk (EXCL) turun 4,04%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang kehilangan 2,74%.
Koreksi juga membayangi saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang drop 2,67%, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melemah 2,51%, serta PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 2,36%.
Berdasarkan riset Panin Sekuritas, minimnya nilai transaksi bursa dipengaruhi oleh sikap wait and see investor terhadap risiko harga minyak dunia. Kondisi tersebut dipicu oleh proses normalisasi Selat Hormuz yang masih menyisakan ketidakpastian implementasi keamanan jalur pelayaran dan tahapan pencabutan sanksi.
Faktor global lain yang memicu kehati-hatian pasar adalah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang menguatkan sikap hawkish Bank Sentral AS (The Fed). Inflasi PCE AS tercatat naik, dibarengi dengan penurunan Initial Jobless Claims menjadi 215K dari posisi sebelumnya 227K, yang mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih solid.
Sementara itu, pasar saham Asia bergerak bervariasi. Indeks KOSDAQ, SETI, Hang Seng, CSI 300, Shanghai Composite, PSEi, TW Weighted, TOPIX, Straits Times, dan NIKKEI 225 ditutup di zona hijau, sedangkan Ho Chi Minh, SENSEX, KOSPI, Shenzhen Comp, dan KLCI terpeleset ke zona merah bersama IHSG.