Barcelona Agresif di Bursa Transfer Demi Anthony Gordon dan Julian Alvarez

Share

Barcelona kembali menunjukkan pergerakan agresif dalam bursa transfer pemain kali ini. Klub asal Katalonia tersebut dilaporkan tengah serius memburu tanda tangan penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez. Langkah ini diambil setelah manajemen klub berhasil menyelesaikan proses transfer Anthony Gordon.

Pemain tersebut didatangkan dari Newcastle United dengan nilai transfer mencapai 60 juta paun ditambah bonus sekitar 8,5 juta paun. Dikutip dari Bola, Barcelona bahkan disebut siap menyodorkan tawaran sebesar 85 juta paun untuk memboyong Alvarez. Aktivitas belanja besar ini memicu pertanyaan mengenai kondisi finansial klub yang sempat dilanda krisis hebat.

Kebangkitan finansial Barcelona merupakan hasil perpaduan beberapa strategi ekonomi internal. Manajemen mengombinasikan peningkatan pendapatan komersial, renegosiasi kontrak, pengurangan beban gaji, hingga penjualan aset berharga klub.

Langkah penyelamatan ini dipimpin oleh Joan Laporta sejak kembali menduduki kursi kepemimpinan. Klub menerapkan mekanisme "tuas finansial" dengan menjual sebagian hak siar televisi masa depan serta aset Barca Studios demi mendapatkan dana segar. Perbaikan posisi keuangan ini berdampak langsung pada status Barcelona di bawah pengawasan La Liga. Sebelumnya, Barcelona tertahan dalam regulasi model 1:4 yang membatasi pendaftaran pemain baru berdasarkan penghematan klub.

Saat ini, Barcelona semakin dekat dengan status model 1:1 setelah laporan keuangan mereka terus membaik. Sistem ini memberikan fleksibilitas penuh karena setiap euro yang dihemat dapat dialokasikan langsung untuk memperkuat tim. Struktur pembiayaan transfer juga diatur secara cermat melalui mekanisme amortisasi. Biaya transfer Anthony Gordon sebesar 60 juta paun dengan kontrak lima tahun misalnya, hanya membebani laporan tahunan sebesar 12 juta paun per musim.

Kendati menunjukkan tren positif, Barcelona belum sepenuhnya terlepas dari kerentanan finansial. Kasus Dani Olmo pada pergantian tahun 2024 menuju 2025 menjadi bukti nyata ketatnya ruang gerak manajemen. Kala itu, Barcelona mengalami kesulitan mendaftarkan Olmo akibat regulasi Financial Fair Play La Liga.

Peristiwa tersebut menegaskan bahwa proses pendaftaran pemain bintang masih menjadi tantangan tersendiri bagi pihak manajemen. Strategi tuas finansial berisiko menunda masalah karena Barcelona telah menukar sebagian pendapatan masa depan demi ruang gerak saat ini. Kelangsungan finansial mereka kini sangat bergantung pada prestasi di lapangan hijau dan pertumbuhan bisnis.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author