4 Kuliner Halal Legendaris di Bali yang Eksis Puluhan Tahun

Share

Bagi wisatawan muslim yang sedang berkunjung ke Bali, terdapat pilihan kuliner halal legendaris yang sudah eksis puluhan tahun untuk dicoba. Berikut adalah 4 rekomendasi kuliner halal di Bali yang menawarkan cita rasa khas dengan pilihan menu variatif, mulai dari olahan ikan hingga lawar sapi.

  1. Warung Mak Beng — Destinasi tempat makan seafood legendaris sejak 1941 yang pernah dinobatkan sebagai salah satu restoran paling ikonik di dunia versi Taste Atlas. Tempat ini hanya menjual satu paket menu berisi nasi putih, ikan goreng, sup kepala ikan laut, dan sambal khas dengan harga mulai dari Rp 55.000 per paket. Alamat berada di Jalan Hang Tuah Nomor 45, Desa Sanur Kaja, Denpasar, dan buka setiap hari pukul 08.00-22.00 Wita (Instagram: @warungmakbengsanur).
  2. Warung Ari — Berdiri sejak 1986, warung ini terkenal dengan hidangan sate lilit dan sate tusuk berbahan dasar daging ikan marlin asli tanpa campuran tepung sehingga bertekstur lembut dan juicy. Lokasinya terletak di Jalan Tukad Pakerisan Nomor 6-8 Panjer, Denpasar, dengan harga menu yang ramah di kantong mulai dari Rp 15.000 dan jam buka setiap hari pukul 06.30-15.00 Wita.
  3. Nasi Bali Men Weti — Warung sederhana yang eksis sejak 1970-an ini sangat populer dengan sajian nasi campur ayam khas Bali yang memadukan ayam suwir betutu, telur pindang, sayur urap (lawar), dan kulit ayam goreng. Berlokasi di Jalan Segara Ayu Nomor 8, Kelurahan Sanur, Denpasar, kuliner ini buka setiap hari pukul 06.00-13.00 Wita dengan harga mulai dari Rp 25.000.
  4. Warung Lawar Sapi Odah Jaran — Destinasi ikonik di Denpasar ini menyajikan menu lawar berbahan dasar daging sapi sehingga aman dikonsumsi oleh wisatawan muslim. Seporsi nasi lawar komplet di sini berisi lawar tum sapi, serapah, gorengan paru dan usus renyah, kerupuk sapi, sambal lembar, serta jukut ares balung sapi, dengan jam buka setiap hari mulai pukul 10.00 Wita hingga habis dalam waktu 2-4 jam.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author