Strawberry Moon 2026 Mencapai Puncak Pencahayaan di Langit Global

Share

Fenomena astronomi Strawberry Moon mencapai puncak pencahayaan pada Senin, 29 Juni 2026, sebagai bulan purnama pertama musim panas di Belahan Bumi Utara sekaligus micromoon terakhir tahun ini. Dilansir dari Tempo, fase puncak tersebut terjadi pada pukul 19.56 Waktu Timur atau pukul 23.56 GMT.

Menurut laporan The Old Farmer's Almanac, satelit alami Bumi ini akan tampak penuh selama beberapa hari sebelum dan setelah puncak pencahayaan. Nama fenomena ini berasal dari tradisi suku asli Amerika Algonquian yang mengaitkannya dengan musim panen stroberi liar.

Selain aspek astronomis, peristiwa bulan purnama di rasi bintang Kaprikornus ini juga memengaruhi astrologi mingguan terkait konsistensi rutinitas harian. Dilansir dari Vogue Arabia, fase ini mendorong refleksi mendalam dan penerimaan emosi bagi sejumlah zodiak.

Dalam menghadapi pergolakan emosional selama fase bulan ini, penting untuk menerima perasaan tanpa menghakimi diri sendiri. Penulis spiritual memberikan panduan mengenai pentingnya kepasrahan emosional.

"Surrender to the grief, fear, loneliness, or whatever form suffering takes. Witness it without labelling it mentally. Allow it to be there.

Embrace it. Then see how the miracle of surrender transmutes deep suffering into deep peace." kata Eckhart Tolle.

Nasihat tersebut menekankan bahwa proses penerimaan dapat mengubah penderitaan mendalam menjadi kedamaian emosional. Pengamat di Belahan Bumi Utara dapat melihat bulan ini terbit dari tenggara dan tetap berada relatif rendah di langit.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author