Fenomena Strawberry Moon 2026 Hiasi Langit Global Malam Ini
Fenomena astronomi Strawberry Moon menerangi langit global pada Senin malam, 29 Juni 2026, sebagai bulan purnama pertama musim panas di Belahan Bumi Utara sekaligus menjadi micromoon terakhir pada tahun ini.
Dilansir dari Earth.com melalui en.tempo.co, bulan purnama ketujuh tahun 2026 ini mencapai puncak pencahayaan optimalnya pada pukul 19.56 Waktu Timur atau pukul 23.56 GMT.
Ukuran Strawberry Moon kali ini tampak sekitar 10 persen lebih redup dan secara signifikan lebih kecil dibandingkan rata-rata bulan purnama karena posisinya berada di titik terjauh dari Bumi.
Royal Observatory Greenwich melalui bbc.com melaporkan bahwa meskipun puncak iluminasi terjadi pada Selasa dini hari waktu setempat, bulan akan terus terlihat penuh hingga satu hari sebelum dan sesudah puncak.
Fenomena ini memiliki keunikan tersendiri di Belahan Bumi Utara karena posisinya yang sangat rendah di atas cakrawala, sehingga memicu ilusi optik yang membuat bulan tampak lebih besar saat terbit.
Menurut laporan BBC Weather, kondisi cuaca di sebagian Eropa seperti Inggris akan bervariasi karena datangnya udara segar dari Atlantik yang membawa awan tebal dan hujan di wilayah utara.
Selain penampakan bulan purnama, pengamat langit juga dapat menyaksikan planet Venus, Jupiter, dan Merkurius di langit barat setelah matahari terbenam, serta konstelasi Sagittarius dan bintang Antares.
Setelah fase ini berakhir, rangkaian fenomena bulan purnama musim panas berikutnya akan dilanjutkan oleh Buck Moon pada 29 Juli dan Sturgeon Moon pada 28 Agustus 2026.