Kemenperin Catat Jumlah Kawasan Industri di Indonesia Tumbuh Pesat

Share

Kementerian Perindustrian melaporkan jumlah kawasan industri di Indonesia melonjak hingga 51,69 persen menjadi 179 kawasan pada pertengahan 2026, berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance saat rapat kerja di Jakarta Pusat pada Senin, 29 Juni 2026.

Pertumbuhan ini berarti ada penambahan 61 kawasan industri baru jika dibandingkan dengan catatan pada tahun 2020. Dari total wilayah tersebut, Pulau Jawa masih mendominasi dengan kepemilikan 106 kawasan industri atau setara 59 persen, sedangkan 73 kawasan sisanya tersebar di luar Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menyampaikan perkembangan ini berimbas langsung pada penyerapan tenaga kerja nasional.

"Berkait dengan jumlah tenaga kerja, dapat disampaikan ada peningkatan 15% dengan total jumlah tenaga kerja di kawasan industri sebanyak 2,35 juta tenaga kerja," kata Tri dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).

Seluruh kawasan industri tersebut tercatat telah menempati lahan dengan total luas melampaui 101,35 ribu hektare. Area ini menampung sebanyak 11.970 perusahaan atau tenant yang beroperasi secara aktif.

Aktivitas ekonomi ini mendorong realisasi investasi di seluruh kawasan industri mencapai angka Rp6.744,58 triliun. Jumlah investasi tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan dari posisi akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp6.173 triliun.

"Nilai realisasi investasi juga mengalami peningkatan sebesar 9,26% (dibandingkan 2024)," paparnya.

Kendati menunjukkan pertumbuhan positif, Tri mengakui adanya sejumlah hambatan dalam pengembangan area komersial ini. Kendala tersebut mencakup sektor pertanahan, tata ruang, lingkungan hidup, prasarana, sarana, perizinan, keamanan, kelembagaan, fasilitas, hingga pemberdayaan masyarakat dan Industri Kecil Menengah (IKM).

"(Terkait fasilitas dan kemudahan) dari sisi fiskal dan stimulus, insentif yang ada saat ini dinilai belum cukup kuat untuk secara signifikan meningkatkan daya tarik investasi di dalam kawasan industri," tandas Tri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author