Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 1450 Orang dan 774 Bangunan Runtuh

Share

Jumlah korban jiwa akibat bencana gempa kembar berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) pekan lalu dilaporkan melonjak hingga mencapai sedikitnya 1.450 orang.

Dampak bencana masif ini juga menyebabkan lebih dari 3.000 orang mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Reuters dan AFP. Angka kematian tersebut mengalami kenaikan sebanyak 20 jiwa jika dibandingkan dengan data pada Sabtu (27/6) waktu setempat.

Otoritas setempat mencatat bahwa operasi pencarian warga yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan masih terus berjalan, sehingga jumlah korban meninggal dunia diperkirakan masih berpotensi bertambah.

Presiden Majelis Nasional Venezuela memberikan rincian terkini mengenai dampak kerusakan dan korban dalam konferensi pers yang digelar pada Minggu (28/6).

"Jumlah korban tewas telah mencapai 1.450 orang," kata Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.

Berdasarkan data yang dipaparkannya, sebanyak 3.150 orang mengalami cedera, 12.721 orang terpaksa mengungsi, dan total 774 bangunan mengalami kerusakan parah.

"Terdapat 774 bangunan yang runtuh, sebanyak 189 bangunan di antaranya runtuh total," ucap Jorge Rodriguez.

Pemerintah kini memprioritaskan penanganan darurat bagi para korban selamat yang kehilangan tempat tinggal mereka.

"Kita sedang berada dalam masa-masa kritis dan krusial untuk terus menyelamatkan nyawa, serta mendirikan tempat penampungan bagi mereka yang kehilangan rumah atau tidak dapat kembali ke tempat tinggal mereka karena alasan apa pun," ujar Jorge Rodriguez.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan laporan terpisah yang mengestimasi sekitar 50.000 orang hilang setelah gempa kembar tersebut mengguncang.

Fokus utama pencarian kini dikonsentrasikan di wilayah pesisir negara bagian La Guaria, daerah paling terdampak yang berjarak 40 kilometer dari ibu kota Caracas, di mana puluhan bangunan hancur total.

"Upaya penyelamatan dan pemulihan terus berlangsung. Hari ini (28/6), kita berhasil mengevakuasi orang-orang dalam keadaan hidup; oleh karena itu, operasi tidak dihentikan. Kita senantiasa menjaga harapan," kata Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author