Bocah Empat Tahun Meninggal Setelah Terperosok Lubang Proyek di Tebet

Share

Seorang anak laki-laki berinisial I (4) meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang proyek sedalam 3,7 meter di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6) malam, dilansir dari Detikcom.

Insiden tersebut terjadi pukul 23.40 WIB saat korban tengah bermain bersama temannya, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu pukul 03.55 WIB dan dinyatakan meninggal di RSCM.

Berdasarkan data kepolisian, lubang galian yang menjadi lokasi jatuhnya korban memiliki ukuran diameter sebesar 30×30 sentimeter.

"Korban terperosok ke dalam lubang proyek dengan kedalaman kurang lebih 3,5 sampai dengan 4 meter dan diameter lubang kurang lebih 30×30 cm," kata Kapolsek Tebet AKP Ischak, saat dihubungi, Senin (29/6/2026).

Pihak kepolisian menyatakan bahwa nyawa balita tersebut tidak dapat diselamatkan meskipun telah mendapatkan penanganan medis pascaevakuasi.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," tutur AKP Ischak.

Proses penyelamatan korban di lapangan memakan waktu hingga empat jam akibat sempitnya ruang lubang galian dan ramainya warga di lokasi kejadian.

"Upaya evakuasi manual dengan memasukkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang untuk menarik korban. Upaya kurang berhasil karena lubang sempit dan anak yang masuk korban mengalami trauma serta tidak ada relawan untuk masuk lubang tersebut," kata AKP Ischak.

Petugas di lapangan kemudian berkoordinasi dengan Puskesmas Tebet serta petugas pemadam kebakaran untuk mendatangkan dua unit ekskavator guna membuat jalur aman di samping lubang.

"Dilakukan pinjam pakai 2 unit ekskavator terdekat TKP. Sebelum penggalian, dilakukan konsolidasi untuk membuat jalur aman di samping lubang guna menghindari longsor. Polsek Tebet juga melakukan pengamanan TKP dengan pemasangan police line agar masyarakat tidak menghambat proses," kata AKP Ischak.

Kerumunan masyarakat yang berkumpul di sekitar tempat kejadian perkara turut menjadi salah satu faktor yang memperlambat ruang gerak tim penyelamat.

"Ramainya warga yang menonton sehingga sempat menghambat proses evakuasi," imbuh AKP Ischak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author