Bank Sentral China Suntik Likuiditas Lewat Repo Tenor Semalam

Share

People's Bank of China menggelontorkan dana senilai 300 miliar yuan melalui operasi pasar terbuka reverse repo overnight pada Senin (29/6) untuk menjaga stabilitas likuiditas menjelang akhir semester pertama, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Langkah bank sentral China tersebut mengejutkan pelaku pasar karena tidak mengungkapkan tingkat suku bunga yang dikenakan pada instrumen baru itu. Di saat yang sama, otoritas moneter juga menyalurkan reverse repo tenor tujuh hari sebesar 157,5 miliar yuan dengan bunga tetap 1,4 persen.

Tekanan pendanaan musiman pada akhir kuartal dinilai menjadi pendorong utama eksekusi instrumen baru ini oleh bank sentral.

"Reverse repo overnight pada dasarnya merupakan instrumen likuiditas yang bertujuan meredam tekanan pendanaan musiman, bukan alat untuk memberikan sinyal arah kebijakan moneter tertentu," kata Frances Cheung, Kepala Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga Oversea-Chinese Banking Corp.

Nilai suntikan yang besar ini memperkuat indikasi fokus bank sentral pada stabilitas likuiditas jangka pendek.

"Pelaksanaan operasi hari ini dan besok menjelang akhir semester pertama, serta nilainya yang lebih besar dibanding reverse repo tujuh hari, semakin menguatkan pandangan tersebut," ujar Frances Cheung.

Penahanan informasi mengenai besaran suku bunga diproyeksikan sebagai taktik agar tidak mengaburkan fungsi acuan utama dari instrumen berkala lainnya.

"Mengingat suku bunga overnight masih menjadi acuan paling likuid dan paling penting dalam aktivitas perdagangan, masuk akal jika pada akhirnya level inilah yang akan dikendalikan oleh pembuat kebijakan," kata Lynn Song, Kepala Ekonom Greater China ING Bank NV.

Pasar masih harus mencermati efektivitas kebijakan anyar ini terhadap stabilitas biaya pinjaman antarbank.

"Namun, proses tersebut kemungkinan membutuhkan waktu. Kita perlu melihat rekam jejak dan tingkat kematangan fasilitas reverse repo overnight ini serta bagaimana pengaruhnya terhadap suku bunga overnight di pasar sebelum pergeseran tersebut benar-benar terjadi," ujar Lynn Song.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author