Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan Lima Strategi Kemitraan Ekonomi Indonesia-Korea

Share

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menguraikan lima prioritas strategis guna memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dengan Korea Selatan dalam acara Korea-Indonesia Economic Partnership Forum 2026 pada Senin, 29 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus memperdalam hubungan bilateral dengan para investor dari Korea Selatan, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz. Strategi pertama mencakup akselerasi investasi lewat penguatan koordinasi lintas instansi dalam Bottlenecking Task Force untuk mengatasi hambatan regulasi dan operasional.

Pemerintah menjamin proses penyelesaian keluhan dipantau langsung oleh presiden demi menciptakan iklim usaha yang lebih dapat diprediksi.

Langkah kedua berfokus pada optimalisasi pemanfaatan komitmen pembebasan dan penurunan tarif dalam perjanjian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) guna mendongkrak arus perdagangan dan integrasi rantai pasok. Kemudian, langkah ketiga adalah memaksimalkan fasilitas Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dengan komitmen senilai US$1,5 miliar periode 2022–2026 untuk mendanai proyek infrastruktur prioritas.

Proyek tersebut mencakup penyediaan air bersih, sanitasi, infrastruktur TIK, hingga pembangunan smart city di Indonesia. “Strategi keempat adalah mendorong hilirisasi industri masa depan dan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).” kata Purbaya dalam siaran pers dikutip Senin (29/6/2026).

Purbaya turut mengajak perusahaan Korea Selatan untuk mengintegrasikan keunggulan teknologi mereka dengan kekayaan mineral kritis Indonesia yang saat ini menguasai sekitar 50 hingga 60% pasokan nikel global. Kementerian Keuangan juga menjamin komitmen penuh pemerintah terhadap peningkatan kepastian kebijakan, pengelolaan fiskal yang sehat, pertumbuhan hijau yang berkelanjutan, serta lingkungan regulasi yang kompetitif sebagai strategi kelima. “Saya sangat yakin bahwa kerja sama yang lebih dalam dengan Korea Selatan melalui kerangka perdagangan yang maju, pembiayaan infrastruktur strategis, dan ekosistem baterai sirkular yang berkelanjutan akan memberikan manfaat yang berarti bagi kedua negara,” ujar Purbaya.

Di samping memaparkan lima strategi tersebut, Bendahara Negara itu juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga resiliensi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pada kuartal I-2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tangguh sebesar 5,61% dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali di angka 3,08%. "Kinerja ekonomi Indonesia tetap lebih kuat dibandingkan beberapa negara sejawat lainnya. Resiliensi ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan inflasi yang relatif rendah," ujar Purbaya. Ketahanan ekonomi nasional tersebut juga didukung oleh surplus neraca perdagangan yang berhasil dipertahankan selama 72 bulan berturut-turut hingga April 2026, dengan cadangan devisa yang setara dengan 5,5 bulan impor.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author