Militer Israel Hancurkan Terowongan Besar Hizbullah di Lebanon Selatan

Share

Militer Israel menghancurkan sebuah terowongan besar milik kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan yang kemudian memicu ketegangan baru dan ancaman aksi balasan, seperti dilansir dari Detikcom pada Senin (29/6/2026).

Penghancuran infrastruktur bawah tanah sepanjang 200 meter dan sedalam 25 meter tersebut diklaim oleh pihak Israel menyimpan ratusan senjata serta peluncur rudal. Peristiwa ini terjadi setelah adanya kesepakatan kerangka kerja trilateral yang difasilitasi Amerika Serikat untuk mengupayakan perdamaian dan melucuti senjata Hizbullah.

"Terowongan itu, yang membentang lebih dari 200 meter dan mencapai kedalaman lebih dari 25 meter, berisi ratusan senjata serta beberapa lubang penargetan yang dimaksudkan untuk menargetkan Negara Israel dan warga sipilnya," kata Katz dan Netanyahu dilansir AFP, Senin (29/6/2026).

Pihak Israel juga menyatakan telah melakukan koordinasi dengan mengabarkan rencana tindakan tersebut kepada perwakilan Amerika Serikat di Lebanon sebelum eksekusi dilakukan.

"Israel memberi tahu Amerika Serikat dan perwakilan AS di Lebanon sebelumnya tentang penghancuran infrastruktur tersebut," ujarnya.

Aksi peledakan ini berdampak pada situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan laporan Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon, beberapa serangan juga terjadi di kota Nabatieh, sementara kepulan asap terlihat dari kota pesisir Tyre yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat ledakan di Majdal Zoun hingga membuat sebagian warga mengungsi.

Kelompok Hizbullah memberikan respons keras terhadap tindakan militer Israel tersebut dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang ada.

"Menegaskan kembali bahwa apa yang telah dilakukan musuh adalah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan sejahtera yang telah mereka patuhi hingga saat ini, dan bahwa mereka memantau dan melacak pelanggaran-pelanggaran ini, serta berhak untuk membela tanah air dan rakyatnya," kata kelompok Hizbullah dalam pernyataan terpisah.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang mengalami luka-luka akibat granat kejut yang dilepaskan Israel di wilayah selatan. Sebelum insiden penghancuran terowongan, militer Israel mengonfirmasi satu tentaranya gugur dalam pertempuran dan seorang anggota Hizbullah tewas dalam baku tembak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author