Dokter Orlando Health Sarankan Pria Rutin Periksa Testis Mandiri Mandi
Kesadaran pria terhadap kondisi kesehatan reproduksi dinilai masih perlu ditingkatkan. Masalah kesehatan seperti benjolan pada area sensitif sering kali diabaikan hingga kondisinya mendesak.
Pengalaman di ruang praktik menunjukkan banyak pasien pria baru memeriksakan diri setelah dipaksa oleh pasangan mereka. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Detik Health, pemeriksaan fisik dan USG sering kali mendeteksi benjolan tersebut sebagai kista jinak.
Dokter spesialis urologi sekaligus ahli bedah robotik Orlando Health AS, Dr Jamin Brahmbhatt, membagikan sebuah pengalaman yang cukup sering terjadi.
"Dia berkata kepada kekasihnya, 'Lihat kan, aku billing juga tidak apa-apa.' Saya justru mengatakan bahwa dia seharusnya berterima kasih karena hasilnya bisa saja sangat berbeda," beber Dr Brahmbhatt.
Menurutnya, sebagian besar benjolan pada testis memang bukan kanker. Namun, pemeriksaan tidak boleh ditunda karena beberapa kasus merupakan tanda awal kanker testis.
Pemeriksaan mandiri secara berkala sangat disarankan untuk mengenali perubahan pada tubuh. Dr Brahmbhatt menceritakan bahwa ia pertama kali memeriksa testisnya sendiri saat menjalani pendidikan kedokteran urologi.
Penemuan benjolan kecil sempat membuatnya panik, sebelum akhirnya dipastikan sebagai kista jinak bawaan lahir. Pengalaman tersebut mendasari rekomendasinya agar para pria rutin melakukan pengecekan, misalnya saat mandi.
"Semakin mengenal kondisi normal tubuh, semakin mudah menyadari jika terjadi perubahan," katanya.
Pemeriksaan mandiri ini tidak menyita banyak waktu karena dapat selesai dalam durasi kurang dari dua menit.
Karakteristik Fisik yang Tergolong Normal
Testis memiliki fungsi vital dalam memproduksi sperma dan hormon testosteron. Hormon ini memengaruhi massa otot, kepadatan tulang, gairah seksual, suasana hati, hingga energi tubuh pria.
Beberapa kondisi medis berikut ini dijelaskan masih tergolong normal:
- Salah satu bagian, biasanya sebelah kiri, menggantung sedikit lebih rendah.
- Ukuran antara kedua belah pihak tidak selalu sama besar.
- Adanya struktur lunak seperti gulungan kecil di bagian belakang yang disebut epididimis.
- Kemunculan kista kecil yang umumnya bersifat jinak pada area testis atau epididimis.
- Pelebaran pembuluh darah di atas testis atau varikokel, selama tidak memicu keluhan berat.
- Perubahan posisi naik turun yang dipengaruhi suhu, olahraga, atau stimulasi seksual.
Gejala yang Memerlukan Pemeriksaan Medis
Kewaspadaan tinggi harus diberikan jika mendapati benjolan dengan tekstur keras, terutama yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Dr Brahmbhatt menegaskan kondisi ini merupakan tanda klasik dari penyakit kanker testis.
Data dari American Cancer Society mengestimasikan sekitar 9.800 pria di AS akan didiagnosis kanker testis pada 2026. Penyakit ini tercatat paling sering menyerang populasi muda, khususnya pada rentang usia 20 hingga 30 tahun.
Peluang kesembuhan jenis kanker ini sangat tinggi jika dideteksi sejak dini, dengan tingkat bertahan hidup mencapai sekitar 99 persen. Pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan USG diperlukan untuk memastikan jenis benjolan tersebut.
Dr Brahmbhatt juga mengingatkan bahwa tidak semua kelainan merupakan indikasi kanker. Pembengkakan yang disertai rasa hangat, kemerahan, demam, atau nyeri saat buang air kecil dapat menandakan peradangan epididimitis yang bisa diobati dengan antibiotik.
Namun, kemunculan rasa nyeri hebat secara mendadak wajib diwaspadai sebagai gejala torsi testis atau tali sperma yang terpelintir. Kondisi darurat ini membutuhkan penanganan segera demi menyelamatkan organ tersebut.
"Jika tidak segera diatasi dalam hitungan jam, testis bisa kehilangan suplai darah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan," jelas Dr Brahmbhatt.