Alphonso Davies Kembali Perkuat Kanada Hadapi Afrika Selatan
Bek sayap Alphonso Davies siap kembali memperkuat tim nasional Kanada untuk menghadapi Afrika Selatan pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (29/6) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya kedua negara berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia, setelah keduanya mengamankan posisi runner-up di grup masing-masing dengan mengoleksi empat poin. Kembalinya Davies menjadi suntikan kekuatan besar bagi skuad asuhan Jesse Marsch, setelah sang pemain absen di seluruh tiga pertandingan fase grup akibat cedera hamstring yang dideritanya sejak akhir musim 2025-2026 bersama Bayern Munchen.
Pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, menyatakan bahwa kehadiran Davies dalam kondisi bugar memberikan dampak positif yang sangat besar bagi mentalitas dan moral seluruh komponen tim menjelang laga krusial ini.
"Now that we have Alphonso back and healthy and ready to perform, I think it's a big moment for the team and a big boost for the team," kata Jesse Marsch, Pelatih Timnas Kanada. Marsch menegaskan bahwa tim medis sengaja tidak terburu-buru menurunkan Davies selama fase grup demi memastikan sang pemain berada dalam kondisi puncak saat memasuki fase krusial di babak gugur.
"I think in general, all the players that came into camp with little injuries are now close to 100% and ready to perform at the highest level and be at our best in these matches," tutur Jesse Marsch, Pelatih Timnas Kanada. Keputusan untuk memarkir pemain bintang tersebut diakui Marsch sebagai langkah yang berat namun harus diambil demi karier jangka panjang sang pemain.
"For me to go tell our best player, and a guy that is a huge piece of everything that we do, that we have to wait, was also painful," tambah Jesse Marsch, Pelatih Timnas Kanada. Manajemen pemulihan yang hati-hati ini akhirnya membuahkan hasil positif sehingga Davies kini siap kembali beraksi di lapangan hijau. "But we've done this in the best interests of Alphonso and his career and his health, so it's nice now that we can have a plan that leads to him being back on the pitch," jelas Jesse Marsch, Pelatih Timnas Kanada.
Di sisi lain, Alphonso Davies mengakui situasi menyaksikan perjuangan rekan-rekannya dari pinggir lapangan sepanjang fase grup merupakan hal yang sangat menguji kesabarannya.
"Obviously, it was painful," kata Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada. Pemain berusia 25 tahun itu mengungkapkan hasrat besarnya untuk bermain sejak pertandingan pertama hingga laga ketiga fase grup bergulir. "The only thing you want to do is play football. That's what I'm really passionate about," ujar Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada.
Keinginan kuat untuk merumput membuat Davies sempat meminta kesempatan bermain kepada pelatih sebelum laga terakhir grup dimulai.
"The first game, watching it, I was eager to be on the pitch. Second game, even more so," ungkap Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada. Meskipun kecewa karena permintaannya ditolak, Davies akhirnya menyadari bahwa keputusan sang pelatih didasari oleh kepedulian terhadap kondisi fisiknya.
"The third game, I went to him before the game and asked him, 'Do you think I can get a couple of minutes?'," sebut Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada. Sikap bijak dari tim pelatih tersebut dinilai Davies sebagai bentuk perlindungan yang tepat bagi dirinya sebagai seorang manusia.
"He could have said, 'Yeah, we'll just throw you in there,' but obviously he cares about me and the team as human beings as well, so he sat me down, and I thought about it, and I said, 'He's right.' It was kind of hard to hear," pungkas Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada. Kembalinya Davies ke Stadion Los Angeles juga membawa misi personal setelah ia mengalami cedera lutut parah di arena yang sama pada Maret 2025 silam. "Could have happened anywhere," ucap Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada.
Pertandingan menghadapi Afrika Selatan menjadi kesempatan bagi Davies untuk menuntaskan ambisinya yang sempat tertunda setahun lalu di stadion tersebut.
"Coming back to the stadium, I get to finish something I started a year ago in March," lanjut Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada. Pemain yang telah mengoleksi 15 gol dari 58 penampilan internasionalnya ini menegaskan antusiasmenya untuk kembali merumput di stadion tersebut. "I really enjoy playing in this stadium.
The first time, it was beautiful. It was cut short, but that happens. It's football," tutup Alphonso Davies, Pemain Timnas Kanada.