Gaya Hidup Praktis Picu Lonjakan Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Remaja

Share

Lonjakan kasus diabetes tipe 2 dan penyakit ginjal kronis kini mengancam kelompok usia muda serta remaja akibat penerapan gaya hidup yang serba praktis. Fenomena pergeseran usia penderita ini dilansir dari Detik Health pada Minggu, 28 Juni 2026.

Direktur Duc Giang General Hospital di Hanoi, Vietnam, Associate Professor Dr Do Dinh Tung menjelaskan bahwa dominasi pasien diabetes kini sudah bergeser ke lingkaran usia yang jauh lebih muda dari sebelumnya.

"Diabetes semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20-30 tahun, bahkan remaja," ujar Dr Do Dinh Tung.

Fasilitas kesehatan yang dipimpinnya kini merawat sekira 6.000 penderita diabetes. Jumlah tersebut mendominasi hingga 50 sampai 60 persen dari keseluruhan konsultasi harian hospital, atau berkisar antara 700 hingga 900 pasien per hari.

Faktor utama pemicu kondisi ini adalah kedekatan anak muda dengan makanan cepat saji, minimnya pergerakan fisik, serta durasi duduk di depan layar yang terlalu lama. Di samping itu, penurunan performa metabolik tubuh juga dipicu oleh durasi tidur tidak teratur, tekanan stres, dan paparan gawai berlebih.

Dampak fatal kelalaian ini disampaikan oleh perwakilan Hospital 19-8 Vietnam, Dr Nguyen Thi Thanh Hai, yang menyatakan 30 hingga 40 persen pengidap diabetes akan mengalami komplikasi organ ginjal.

"Deteksi dini berarti masih ada kesempatan untuk melindungi fungsi ginjal," tegas Dr Nguyen Thi Thanh Hai.

Kerusakan organ penyaring darah akibat diabetes berkembang lambat tanpa gejala awal yang khas. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan memeriksa fungsi ginjal melalui tes urine albumin serta tes darah kreatinin dan eGFR sebanyak satu hingga dua kali setahun.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author