ECB Prediksi Tekanan Inflasi Tetap Kuat di Eropa
Anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Isabel Schnabel memperingatkan bahwa tekanan harga di zona euro berpotensi menguat pada Sabtu, 28 Juni 2026, meskipun ketegangan geopolitik mereda setelah kesepakatan damai Amerika Serikat (AS)-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam presentasi dialog musim panas Petersberger 2026 di Koenigswinter, Jerman, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Risiko kenaikan ini dinilai dapat memicu dinamika inflasi yang lebih luas ke berbagai sektor ekonomi.
"inflasi makanan, barang, dan jasa menghadapi risiko kenaikan," kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Pernyataan tersebut mempertegas sikapnya bahwa kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan demi mengembalikan inflasi ke target 2 persen. Schnabel mengapresiasi penurunan harga energi terkini, namun ia mengingatkan otoritas moneter agar tidak lengah menghadapi situasi geopolitik global.
“guncangan harga energi dapat memicu dinamika inflasi yang lebih luas.” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Penurunan harga minyak saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil karena pembukaan jalur logistik laut utama dilakukan secara bertahap. Hal ini membuat potensi skenario negatif dalam perekonomian kawasan menjadi lebih rendah tetapi ketidakpastian tetap membayangi.
“Ketidakpastian tetap tinggi, tetapi kesepakatan damai yang diumumkan membuat skenario negatif menjadi kurang mungkin,” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Ia juga menambahkan bahwa pergerakan komoditas energi masih memerlukan perhatian khusus dari dewan gubernur dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Ekspektasi inflasi di tingkat konsumen tercatat telah mengalami kenaikan yang signifikan.
“diperkirakan akan tetap lebih tinggi karena Selat Hormuz hanya dibuka secara bertahap.” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Pejabat asal Jerman yang dikenal agresif dalam kebijakan moneter tersebut menegaskan komitmen institusinya untuk menekan pertumbuhan harga. Langkah pengetatan moneter tetap menjadi opsi utama dewan gubernur dalam jangka menengah.
“ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengembalikan inflasi ke 2% dalam jangka menengah.” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Meskipun sentimen inflasi di masyarakat meningkat, data ketenagakerjaan saat ini belum menunjukkan adanya tekanan upah yang signifikan. Berdasarkan survei Bloomberg, inflasi zona euro diproyeksikan melambat menjadi 3 persen pada Juni dari bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen.
“Ekspektasi inflasi konsumen telah meningkat,” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.
Data pertumbuhan harga inti yang mengecualikan sektor energi dan makanan diperkirakan bertahan pada angka 2,6 persen. Kondisi pertumbuhan harga yang berada di atas target ini sebelumnya telah mendorong para pejabat ECB menaikkan suku bunga acuan pada awal bulan ini.
“belum ada tanda-tanda tekanan upah.” kata Schnabel, Anggota Dewan Eksekutif ECB.