Timnas MMA Indonesia Tembus Tujuh Besar Asia di Asian MMA Championships 2026
Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Timnas MMA Indonesia pada ajang Asian MMA Championships 2026 yang digelar di Tashkent, Uzbekistan. Seperti dikutip dari Bola, kontingen Merah Putih berhasil mengamankan total tujuh medali dari kategori junior hingga senior. Pencapaian ini sekaligus mengantarkan Indonesia menembus posisi tujuh besar dalam peta persaingan MMA di Asia.
Seluruh atlet yang bertanding berada di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia atau PB Pertacami. Pada kompetisi kelompok umur U-18, Indonesia sukses mengantongi satu medali perak dan satu medali perunggu. Lukas Oliver Lubis Sedlak menyumbangkan medali perak untuk nomor U-18 Traditional MMA 65 kg Boys.
Sementara itu, raihan medali perunggu didapatkan oleh Manayra Maritza Hersianti Siagian. Atlet muda ini turun pada nomor U-18 Modern MMA 50 kg Girls.
Ketua PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, menilai hasil yang diraih di Uzbekistan menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga MMA di tanah air. Program pemusatan latihan yang berjalan konsisten dianggap mulai membuahkan hasil. "Hasil ini sangat membanggakan. Ini terbukti pemusatan latihan yang kami lakukan secara konsisten mampu menghantarkan atlet-atlet muda MMA Indonesia siap berjuang dan menempatkan diri mereka sebagai yang terbaik di level Asia," ujar Tommy.
Dominasi raihan medali Indonesia terjadi di kategori senior dengan total lima medali. Satu-satunya medali emas untuk Merah Putih dipersembahkan oleh petarung putri, Novia Pesik, yang turun di nomor Modern MMA 49 kg Women. Adapun empat medali perunggu lainnya masing-masing diraih oleh Vallensia Fahira Hotmauli pada nomor Modern MMA 54 kg Women dan Dwi Ani Retno Wulan di kelas Traditional MMA 54 kg Women. Dua medali perunggu sisa disumbangkan oleh Panca Julian Saputra pada Traditional MMA 60 kg Men serta Ananda Wahyu Setyo Prabowo di kelas Traditional MMA 77 kg Men.
Tiket Menuju Multi-event Internasional
Ajang kejuaraan tingkat Asia ini memiliki nilai strategis bagi masa depan para atlet nasional. Berkat capaian di Tashkent, sejumlah petarung Indonesia dipastikan mengamankan tiket kelolosan menuju dua ajang multi-event penting pada tahun 2026. Ajang tersebut adalah Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Nagoya, Jepang.
Selain itu, para atlet juga lolos ke Asian Indoor and Martial Arts Games atau AIMAG 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Melalui hasil keseluruhan ini, Indonesia menempati peringkat ketujuh klasemen akhir bersama dengan Arab Saudi. Turnamen berskala regional ini diikuti oleh total 23 negara dari seluruh penjuru Asia.
Di luar deretan peraih medali, beberapa petarung Indonesia lain tetap menunjukkan performa kompetitif. Gibran Alfarizi bersama sejumlah atlet mampu menembus peringkat lima besar di kelasnya masing-masing.
Evaluasi dan Kematangan Strategi Atlet
Atlet lain seperti Yosua Pratama Purba, Firman Muharram Syach, dan Yusni Nurhayati Hutasoit juga tampil maksimal. Walaupun belum berhasil membawa pulang medali, mereka memberikan perlawanan ketat terhadap lawan. Apresiasi tinggi diberikan oleh Tommy kepada seluruh jajaran atlet, pelatih, hingga ofisial tim yang telah berjuang.
Ia mencatat adanya kematangan yang signifikan dari aspek teknis maupun strategi bertanding di arena. "Para atlet sudah berjuang dengan tampil prima di Tashkent. Kami melihat perkembangan yang sangat positif dari sisi performa, daya tahan mereka, serta teknik atlet-atlet Indonesia tampil semakin matang, khususnya dalam aspek grappling, transisi dari striking menjadi permainan grappling, serta kontrol waktu saat pertandingan," kata Tommy.
Kemampuan adaptasi atlet terhadap ritme permainan lawan dari berbagai negara Asia dinilai menjadi modal penting. Hasil dari Tashkent ini akan langsung dijadikan dasar evaluasi untuk menghadapi kompetisi mendatang.
"Mereka mampu beradaptasi dengan tempo dan karakter lawan-lawan dari berbagai negara Asia. Hasil ini menjadi bahan evaluasi dan persiapan kami menuju Asian Games, AIMAG, GAMMA Continental Championships, dan GAMMA World Championships 2026," ujar Tommy.