Membangun Kedekatan Emosional Orang Tua dan Anak Melalui Kebiasaan Sederhana
Setiap orang tua mendambakan hubungan yang erat dan ikatan emosional yang kuat dengan buah hatinya. Kedekatan ini tidak melulu diukur dari kata-kata atau sekadar kehadiran fisik.
Tindakan sederhana yang diterapkan dalam rutinitas sehari-hari justru kerap membawa makna mendalam bagi anak. Hal ini dilansir dari HaiBunda yang merangkum berbagai kebiasaan positif untuk mempererat hubungan tersebut.
Kebiasaan pertama adalah selalu mendengarkan anak, sebuah hal yang dikutip dari Your Tango. Anak-anak sebenarnya memiliki banyak hal untuk diceritakan, namun orang tua kerap kali kurang menyimak karena kesibukan kerja, kelelahan, atau terlalu cepat berasumsi.
Kebiasaan berikutnya adalah memberikan kebebasan bagi anak untuk menikmati masa bermainnya secara maksimal. Saat ini, banyak anak menghadapi kehidupan yang penuh tekanan karena proteksi berlebih dan jadwal kegiatan yang terlalu padat.
Kondisi tersebut rentan memicu stres saat mereka tumbuh dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan dan memilih aktivitas yang mereka sukai.
Sebuah penelitian dalam jurnal Springer Nature menunjukkan bahwa orang tua dapat terlibat dalam permainan anak. Kuncinya adalah menyediakan lingkungan aman dan memberikan dukungan tanpa mengambil alih kendali permainan.
Memberikan Arahan dan Mendukung Impian
Anak-anak membutuhkan sosok dewasa yang dapat memberikan nasihat serta arahan sesuai porsi kebutuhan mereka. Ketika anak sedang tidak bersemangat, kehadiran orang tua yang mendengarkan dan memeluk akan memberikan ketenangan.
"Rasa aman memberikan anak landasan yang stabil untuk memandang hubungan dalam hidup mereka sebagai sesuatu yang lebih dapat diprediksi," kata psikolog Joseph Laino, PsyD, dikutip dari laman Parents.
Selain itu, orang tua wajib mendukung impian dan cita-cita anak. Sikap meremehkan atau menganggap mimpi anak terlalu besar dapat memicu trauma, mempersulit mereka mengambil keputusan, dan meruntuhkan rasa percaya diri.
Dampak Orang Tua Tidak Hadir Secara Emosional
Rasa nyaman yang bersumber dari orang tua akan menjadi pelindung utama dalam kehidupan anak. Menjadikan anak sebagai prioritas melalui tindakan nyata dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan pandai menyesuaikan diri.
Sebaliknya, ada kalanya orang tua tanpa sadar tidak responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Berdasarkan informasi dari Psych Central, kondisi ini terjadi ketika orang tua gagal memberikan reaksi tepat saat anak membutuhkan dukungan emosional yang tinggi.
"Kondisi ini mengacu pada ketidakmampuan seseorang untuk hadir secara emosional bagi orang lain," ungkap terapis pernikahan dan keluarga, Sarah Epstein.
Beberapa contoh nyata dari situasi ini meliputi jarangnya kontak mata dengan anak, sikap tidak peduli pada cerita mereka, jarang mengobrol, serta kurangnya rasa sabar dalam berinteraksi.