Kroasia Incar Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Lawan Ghana
Tim nasional Kroasia hanya membutuhkan hasil imbang melawan Ghana untuk mengamankan posisi di babak 32 besar Piala Dunia 2026 pada pertandingan pamungkas Grup L yang digelar Minggu, 28 Juni 2026. Dilansir dari Reuters, penyerang Ivan Perisic merasa optimistis berkaca pada rekor positif timnya saat menghadapi tim-tim asal Afrika.
Tim peringkat kedua Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2022 tersebut mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang melawan tim Afrika sejak 2014. Catatan impresif tersebut termasuk kemenangan atas Maroko dalam perebutan tempat ketiga pada edisi sebelumnya.
"Itu adalah sesuatu yang kami komentari. Dan kami bermain melawan banyak tim dalam 10 tahun terakhir, dan semua hasilnya positif. Jadi saya percaya bahwa kali ini juga akan sama, dan kami akan memainkan pertandingan yang sangat bagus, sama seperti yang kami lakukan melawan tim-tim lain," kata Ivan Perisic, penyerang Kroasia.
Inggris dan Ghana saat ini memimpin klasemen Grup L dengan raihan empat poin, sementara Kroasia mengantongi tiga poin dan Panama sudah dipastikan tersingkir. Performa Kroasia tengah menjadi sorotan setelah kalah 4-2 dari Inggris dan hanya menang tipis 1-0 atas Panama melalui gol Ante Budimir pada menit ke-54.
Faktor usia pemain seperti Perisic yang menginjak 37 tahun dan kapten Luka Modric yang berusia 40 tahun turut memicu pertanyaan mengenai konsistensi permainan mereka. Manajer Zlatko Dalic mengakui bahwa performa anak asuhnya belakangan ini tidak mencerminkan kekuatan asli Kroasia yang sebenarnya.
"Kami perlu meningkatkan level permainan kami. Kami bukan apa yang Kroasia bisa tunjukkan. Jadi kami belum menunjukkan yang terbaik yang kami bisa, tetapi besok adalah kesempatan untuk melakukannya.
Kami tidak pernah membuat begitu banyak kesalahan dalam beberapa operan atau saat kami menguasai bola. Di sinilah kami memiliki kekuatan dan kami sangat kuat, tetapi kami tampaknya kehilangan bola dengan mudah. Kami harus lebih cepat dan kami perlu meningkatkan level konsentrasi," ujar Zlatko Dalic, manajer Kroasia.
Dalic menyoroti hilangnya koordinasi dalam penguasaan bola yang selama ini menjadi andalan timnya. Di sisi lain, Perisic juga mengantisipasi strategi pertahanan blok rendah yang kerap diterapkan oleh Ghana di bawah asuhan Carlos Queiroz.
"Mereka adalah tim yang sangat bagus. Sangat kompak. Mungkin mereka memainkan blok rendah dalam dua pertandingan terakhir. Mengingat hal itu, mungkin mereka akan berubah untuk besok atau sesuatu, tetapi kami harus siap untuk kedua opsi tersebut," kata Ivan Perisic, penyerang Kroasia.
Kroasia memilih untuk mengalihkan fokus sepenuhnya pada persiapan internal tim daripada berspekulasi mengenai taktik lawan. Evaluasi mendalam telah dilakukan untuk memperbaiki kekurangan dari dua laga awal demi memastikan kelolosan ke fase gugur.
"Tapi ya, kami fokus pada diri kami sendiri dan permainan kami serta apa yang perlu kami lakukan. Dan kami harus jauh lebih baik daripada kami dalam dua pertandingan terakhir," tutur Ivan Perisic, penyerang Kroasia.