Chelsea Dekati Granit Xhaka Meski Sunderland Tegaskan Tidak Dijual
Klub London Barat Chelsea dilaporkan telah memulai pembicaraan dengan perwakilan gelandang Sunderland, Granit Xhaka, untuk membahas potensi transfer pada musim panas 2026 ini. Langkah tersebut memicu respons cepat dari manajemen Sunderland yang langsung menegaskan bahwa pemain internasional Swiss berusia 33 tahun tersebut berstatus tidak dijual. Dilansir dari bbc.co.uk pada Sabtu (27/6), perwakilan Xhaka dipahami telah dihubungi oleh pihak Stamford Bridge, meskipun sumber internal Chelsea belum mengonfirmasi kabar tersebut secara resmi.
Mantan kapten Arsenal itu kabarnya terbuka untuk bereuni dengan mantan manajernya, Xabi Alonso, yang kini menukari Chelsea setelah keduanya sukses menjuarai Bundesliga bersama Bayer Leverkusen pada tahun 2024.
Hingga saat ini, kesepakatan personal antara pihak Chelsea dan Xhaka dilaporkan belum tercapai sepenuhnya. Sunderland berada dalam posisi finansial yang kuat dan tidak memiliki tekanan ekonomi untuk menjual para pemain kunci mereka setelah berhasil lolos ke Liga Europa musim lalu.
Bagi Chelsea, perekrutan pemain yang akan menginjak usia 34 tahun pada September mendatang ini menandai perubahan radikal dalam kebijakan transfer mereka. Dalam dua musim terakhir, Chelsea tercatat menurunkan skuad termuda di Liga Inggris dan tidak pernah memilih pemain berumur 30 tahun atau lebih dalam periode tersebut.
Langkah ini diambil setelah jajaran kepemimpinan klub mengakui perlunya penyesuaian dalam rekrutmen untuk menghadirkan kepemimpinan dan memperbaiki budaya ruang ganti yang dinilai kurang. Rencana mendatangkan gelandang baru ini juga berjalan seiring dengan meningkatnya spekulasi mengenai potensi kepindahan Enzo Fernandez ke Real Madrid dengan nilai valuasi mencapai 120 juta poundsterling. Selain Xhaka, Chelsea juga disebut segera merampungkan transfer bek kanan Atalanta, Marco Palestra, di tengah ketidakpastian masa depan sejumlah pemain seperti Alejandro Garnacho dan Liam Delap.