Polres Cianjur Tangkap Enam Pelajar Terkait Duel di Hutan
Kepolisian Resor (Polres) Cianjur mengamankan enam orang pelajar SMA dan SMK beserta satu orang alumni yang terlibat aksi duel satu lawan satu ala gladiator di kawasan hutan perbatasan Kecamatan Cibeber dan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (27/6/2026).
Penangkapan para pelaku dilakukan setelah rekaman video perkelahian mereka beredar luas dan menjadi viral di media sosial. Berdasarkan data dari Polres Cianjur, keenam pelajar yang diperiksa berinisial IT (16), SH, MK, UJ, RD, dan KS, yang berasal dari SMA di Cibeber dan SMK di Campaka.
Kapolsek Cibeber Kompol Tio menjelaskan bahwa jajarannya segera bergerak melakukan penelusuran setelah video perkelahian tersebut ramai diperbincangkan netizen.
“Identitas sekolah dan siswanya sudah kami kantongi. Segera akan kami panggil pihak sekolah dan amankan seluruh yang terlibat duel pelajar tersebut,” ujar Kompol Tio, Kapolsek Cibeber.
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, Polres Cianjur berhasil mengidentifikasi dan menjemput para pelaku dari kediaman masing-masing.
“Setelah identitasnya didapat, kami langsung memanggil pihak sekolah dan orang tua. Akhirnya tadi siang kami berhasil mengamankan siswa yang terlibat dalam aksi duel tersebut,” kata AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa rekaman yang beredar di media sosial terdiri atas beberapa tayangan perkelahian yang dilakukan secara bergantian.
“Jadi di akun media sosial itu, ada video lama dan video baru. Yang masih berstatus pelajar ada enam orang. Satu lagi alumni, sudah lulus kami juga turut amankan karena ada dalam video tersebut,” tutur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Alexander menambahkan bahwa para remaja tersebut nekat melakukan aksi kekerasan demi mengikuti tren yang sedang berkembang di platform digital.
“Pengakuannya ikuti tren. Tapi tren apa yang membuat mereka mengikuti aksi kekerasan itu masih kami dalami,” sebut AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Petugas memastikan proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan regulasi peradilan anak jika ditemukan bukti pelanggaran pidana.
“Kami akan proses, apalagi jika ada unsur pidananya. Tapi fokusnya selain itu juga akan kami utamakan pembinaan,” kata AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Kapolres juga meminta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah berulangnya insiden serupa di masa mendatang.
“Bukan hanya sekolah, orang tua dan tokoh masyarakat juga harus berperan dalam membina anak. Supaya dapat mewujudkan generasi emas, tidak terjebak dalam tren atau ajakan yang negatif,” jelas AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Selain mengamankan para pelaku, polisi turut meminta pihak sekolah dan orang tua untuk mendampingi proses pemeriksaan di markas kepolisian.
“Kami langsung mengamankan enam orang pelaku yang terlibat duel satu lawan satu yang videonya viral di media sosial, kami juga memanggil pihak sekolah dan orang tuanya,” kata AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Pengawasan yang ketat dari lingkungan terdekat dinilai menjadi kunci utama agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif di media sosial.
“Seluruh lapisan masyarakat harus ikut berperan dalam membina anak usia pelajar agar terwujud generasi emas, tidak terjebak dalam kebiasaan atau tren negatif terutama di media sosial,” kata AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Kapolres Cianjur.
Di sisi lain, salah satu pelaku berinisial IT mengakui perbuatan tersebut dipicu oleh pesan tantangan yang dikirimkan oleh siswa dari sekolah mitra tandingnya.
“Ditantang terus, sampa siswa dari SMK di Campaka datang ke Cibeber. Jadi akhirnya duel di tengah hutan,” ungkap IT, Pelajar SMA.
Ia menambahkan bahwa mereka akhirnya menyepakati lokasi di area perbukitan Pasirpogor, Desa Sukamanah, untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
“Karena sering ditantang akhirnya saya bersama teman-teman menyanggupi tantangan tersebut, kami bertemu di hutan di dekat perbatasan Cibeber-Campaka, sempat direkam dan disebar ke media sosial,” ucap IT, Pelajar SMA.