Rumah di Bendungan Hilir Ambruk Akibat Abrasi Kanal Banjir Barat

Share

Satu unit bangunan rumah di Jalan Administrasi Negara I, Kelurahan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, ambruk total akibat tergerus abrasi tanah di tepi Kanal Banjir Barat pada Jumat (26/6/2026) pagi.

Insiden yang terjadi pada pukul 05.30 WIB tersebut merobohkan rumah kos serta berdampak pada tempat pembuangan sampah di sekitarnya, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa tanda-tanda kerusakan berupa keretakan dinding dan lantai sebenarnya telah muncul sejak sepekan sebelum kejadian.

"Anggota mendapat laporan dari warga bahwa ada rumah yang ambruk atau tanah longsor," kata Kapolsek Metro Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo, Jumat (26/6/2026).

Aparat kepolisian menjelaskan lebih lanjut mengenai laporan saksi terkait kondisi bangunan yang terus memburuk setiap harinya sebelum akhirnya runtuh ke arah bantaran kali.

"Retak di bagian tembok/dinding dan retak di bagian lantai rumah setiap hari makin melebar, sehingga pada 26 Juni 2026 sekitar pukul 05.48 WIB rumah tersebut ambruk atau tanah longsor," kata AKBP Dhimas Prasetyo.

Pemilik rumah, Ali Nugroho (43), menjelaskan bahwa hunian dua lantai miliknya tersebut sudah mulai menunjukkan kemiringan yang signifikan sejak satu minggu sebelum roboh.

"Format pergeseran itu mungkin baru terjadi itu di tanggal 19 pagi, Jumat lalu, itu mulai bergeser," ungkap Ali Nugroho.

Ali menduga pengerukan sungai yang terlalu dekat dengan fondasi menjadi penyebab utama bergesernya tanah di bawah bangunan yang didirikannya sejak tahun 2004 tersebut.

"Mungkin dari kegiatan pengerukan kali atau normalisasi sungai ya, ya itu terlalu mepet ke tanggul. Dulu kan pondasinya di tanah itu. Nah jadi, setelah itu selesai, itu ada pergeseran tanah itu," kata Ali Nugroho.

Luasan dampak pergeseran tanah ini diduga merusak struktur utama bawah rumah hingga tidak mampu lagi menopang beban bangunan.

"Mungkin terlalu dalam atau gimana sampai membuat dasar tanah bangunan rumah itu agak sedikit bergeser gitu," kata Ali Nugroho.

Sebelum rumahnya rata dengan tanah, Ali sempat mengungsikan seluruh anggota keluarga serta mengemas barang-barang berharga sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Suaranya udah kayak dentuman, kencang, booom, gitu. Sampai pasar dengar," kata Ali Nugroho.

Ali juga menambahkan bahwa beberapa saat sebelum ambles, bangunan tersebut mengeluarkan suara-suara retakan material yang cukup keras.

"(Ada suara) kretek-kretek, terus ya mungkin langsung roboh begitu aja. (Amblasnya) jam 05.48 WIB, sesuai CCTV," ungkap Ali Nugroho.

Pemerintah daerah melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat langsung menerjunkan personel untuk melakukan penanganan darurat di lokasi longsor.

"Sejak Jumat siang, Suku Dinas SDA Jakarta Pusat telah menindaklanjuti kejadian tersebut," kata Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Adrian Mara Maulana.

Langkah awal yang diambil petugas berfokus pada stabilisasi geomorfologi tanah di tepi sungai agar dampak longsoran tidak meluas ke permukiman warga lainnya.

"Adapun saat ini segera dilakukan penanganan sementara dengan memasang bronjong agar longsor tidak meluas ke titik lainnya," kata Adrian Mara Maulana.

Berdasarkan hasil pemetaan, posisi bangunan yang berada persis di sempadan sungai menjadi faktor utama tingginya risiko kerawanan longsor di wilayah tersebut.

"Pada Jumat (26/6), terjadi insiden bangunan amblas di Segmen Kali Ciliwung KBB Pintu Air Karet, Jakarta Pusat. Berdasarkan identifikasi sementara, kejadian tersebut dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah abrasi," kata Adrian Mara Maulana.

Kondisi geografis pertemuan dua arus sungai disinyalir mempercepat laju pengikisan tanah di area fondasi rumah.

"Titik kejadian berada di daerah pertemuan antara Kanal Banjir Barat (KBB) dengan Kali Krukut. Selain itu, bangunan yang ambles juga berada di area sempadan sungai sehingga rawan longsor," kata Adrian Mara Maulana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta membenarkan dugaan bahwa abrasi di bantaran Kali Banjir Kanal Barat menjadi pemicu utama amblesnya tanah.

"Untuk progres penanganan di Benhil ini semalam itu kita sudah penanganan di sisi jalannya, kita sudah cerucuk dolken untuk pengamanan jalannya. Kemudian pagi ini kita itu pemasangan cerucuk dolken dan bronjong di sisi rumah yang samping yang terimbas kemarin, yang roboh itu kita amanin supaya tidak ambles ya, ambles susulan," ujar Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase pada Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Citrin Indriati, Sabtu (27/6).

Citrin memaparkan rancangan penanganan permanen yang akan diserahkan kepada bidang aliran banjir setelah masa tanggap darurat selesai dilakukan.

"Untuk selanjutnya itu nanti dinas melalui bidang banjir akan melakukan perkuatan tanggul Kali Ciliwung KBB dengan pemasangan pembangunan sheet pile ya, sepanjang kurang lebih 60 meter," ujar Citrin Indriati.

Pemasangan dolken kayu dan pencabutan garis polisi dilakukan setelah tercapainya kesepakatan bersama antara pihak kedinasan, kewilayahan, dan pemilik rumah.

"Semalam pimpinan kita mediasi dengan kewilayahan dan pemilik rumah. setelah semalam police line itu dibuka, kita langsung tindak lanjuti dengan pengamanan sisi jalannya ya, kita cerucuk dolken untuk pengamanan jalan ya. Kemudian pagi ini kita langsung action untuk yang di sisi rumah ya, samping rumah itu," tutur Citrin Indriati.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author