FIFA Buka Peluang Timnas Rusia Kembali Berkompetisi Internasional

Share

Sanksi bagi dunia sepak bola Rusia berpotensi segera berakhir setelah larangan berkompetisi selama lebih dari empat tahun. Seperti dilansir dari Bola, Timnas Rusia kemungkinan besar diizinkan untuk kembali merumput di turnamen internasional mulai Oktober 2026. Sebelumnya, seluruh kategori Timnas Rusia dibekukan dari kompetisi resmi akibat sanksi yang berlaku.

Kebijakan tersebut mencakup tim nasional level senior, kelompok umur, hingga skuad sepak bola putri. Dampak dari hukuman panjang ini membuat Rusia terpaksa absen dalam sejumlah ajang bergengsi. Negara tersebut melewatkan gelaran Piala Dunia 2022, Piala Eropa 2024, hingga Piala Dunia 2026.

Langkah awal pemulihan status Rusia di panggung sepak bola global tampaknya bakal dirintis melalui level usia muda. Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya telah mengisyaratkan adanya rencana pelonggaran sikap terhadap asosiasi sepak bola Rusia.

Menurut Infantino, keterlibatan dalam sepak bola usia dini dapat menjadi jembatan awal. Cara ini dinilai tepat untuk membawa negara yang tengah berkonflik dengan Ukraina itu kembali ke ekosistem kompetisi internasional. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Rusia dan Belarus masuk dalam daftar negara yang diproyeksikan tampil pada edisi perdana Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA. Turnamen kelompok umur tersebut rencananya bakal diselenggarakan di Azerbaijan pada 22 hingga 31 Oktober 2026.

Pihak FIFA juga mengonfirmasi telah mengirimkan undangan resmi kepada seluruh 211 asosiasi anggotanya untuk meramaikan kompetisi baru ini. Pada edisi pertama, ajang ini dikhususkan bagi kategori tim putra U-15. Selanjutnya, edisi kedua yang bergulir pada 2027 akan diperuntukkan bagi tim putri U-15. Mulai musim 2028, FIFA bakal mengundang seluruh anggota untuk mengirimkan tim putra dan putri dalam dua kompetisi terpisah.

Dorongan FIFA untuk Kembalinya Rusia

Keinginan agar Rusia kembali aktif di kancah sepak bola internasional beberapa kali dilontarkan oleh Infantino. Ia menganggap boikot berkepanjangan tidak memberikan hasil yang diinginkan, melainkan justru memicu rasa frustrasi dan kebencian.

Infantino menilai pemberian kesempatan bagi anak-anak Rusia untuk bertanding dengan negara-negara Eropa lain akan memberikan dampak yang lebih positif. Pandangan tersebut kini mulai direalisasikan lewat rencana keikutsertaan Rusia di turnamen kelompok umur.

Misi Persatuan Lewat Sepak Bola Usia Muda

Turnamen U-15 ini memegang peranan penting bagi agenda Infantino. Sebelumnya, ia sempat mendorong pertemuan simbolis antara Israel dan Palestina dalam laga pembuka sebagai pesan persatuan global.

Meski upaya mempertemukan kedua pihak pada April lalu belum berjalan mulus, Infantino kembali mengungkit urgensi turnamen U-15 ini. Ia mengajak seluruh anggota FIFA menjadikan kompetisi anak-anak tersebut sebagai momentum mempererat hubungan antarbangsa.

Hingga kini, kepastian mengenai perluasan izin Rusia untuk tampil di level senior yang lebih tinggi masih belum ditentukan. Namun, agenda turnamen usia muda ini memperlihatkan bahwa akses bagi Rusia di bawah naungan FIFA mulai terbuka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author