Kaki Bengkak saat Hamil 9 Bulan Bukan Tanda Melahirkan

Share

Pembengkakan pada area kaki dan pergelangan kaki sering kali memicu kekhawatiran bagi wanita yang sedang menjalani masa kehamilan tua, terutama saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL). Kondisi membesarnya bagian kaki di usia kandungan 9 bulan merupakan hal yang wajar akibat transformasi tubuh, seperti dikutip dari HaiBunda. Meskipun demikian, penumpukan cairan ini tidak dapat dijadikan indikator bahwa proses persalinan akan segera berlangsung.

Ibu hamil tetap harus waspada karena pembengkakan yang tidak biasa dapat menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan yang lebih berat, contohnya preeklamsia atau trombosis vena dalam (DVT).

Data medis menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga wanita mengalami edema atau penumpukan cairan di jaringan tubuh sepanjang masa kehamilan mereka. Pembengkakan ringan sampai sedang justru menandakan lancarnya sirkulasi darah menuju rahim, ari-ari, serta janin yang sedang tumbuh.

Penumpukan cairan ini umumnya terlihat makin jelas di area tungkai, kaki, betis, hingga jemari tangan saat mendekati hari persalinan.

Faktor Penyebab Kaki Membengkak

Memasuki fase trimester ketiga, tubuh secara alami memproduksi dan menyimpan lebih banyak cairan untuk menyokong pertumbuhan bayi di dalam kandungan. Ukuran rahim yang membesar menimbulkan tekanan pada pembuluh vena panggul, khususnya vena besar yang berfungsi mengalirkan darah kembali dari tubuh bagian bawah menuju jantung. Tekanan tersebut menghambat laju sirkulasi darah, sehingga cairan tubuh menjadi lebih mudah merembes masuk ke jaringan pergelangan kaki.

Lonjakan hormon progesteron juga ikut memicu pelebaran dinding pembuluh darah, yang membuat sistem peredaran darah bekerja kurang optimal dan menyebabkan darah tertahan di area bawah tubuh.

Faktor gravitasi akibat posisi berdiri atau duduk dalam durasi yang terlalu lama dapat memperparah penumpukan cairan di area kaki. Kondisi pembengkakan ini juga kerap bertahan hingga beberapa pekan pascapersalinan akibat proses redistribusi cairan tubuh sebelum dikeluarkan melalui urine dan keringat. "Banyak pasien saya terkejut dengan pembengkakan yang mereka alami setelah melahirkan. Biasanya pembengkakan paling terlihat dalam beberapa hari pertama setelah persalinan, tetapi dapat berlangsung hingga satu atau dua minggu," kata Kristin Cohen, DNP.

"Tubuh perlu membuang seluruh cairan yang tertahan selama kehamilan. Pembengkakan terjadi karena cairan tersebut didistribusikan kembali ke jaringan tubuh saat tubuh mulai mengeluarkannya melalui urine dan keringat," ujar Kristin Cohen, DNP.

Gejala Bahaya yang Memerlukan Tindakan Medis

Pemeriksaan ke dokter atau bidan perlu segera dilakukan jika pembengkakan muncul secara mendadak pada muka, tangan, maupun kaki dengan disertai indikasi klinis lainnya. Gejala yang patut diwaspadai meliputi sakit kepala berat yang konstan, gangguan visual seperti pandangan kabur atau munculnya kilatan cahaya, serta nyeri ulu hati yang kebal terhadap obat antasida.

Tanda bahaya lainnya adalah timbulnya rasa sakit hebat di bawah tulang rusuk, mual muntah, serta lonjakan tekanan darah tinggi yang mengarah pada komplikasi preeklamsia. Apabila pembengkakan hanya terjadi pada salah satu sisi kaki disertai rasa panas, nyeri, dan warna kemerahan, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya sumbatan bekuan darah.

Metode Meredakan Pembengkakan di Rumah

Ibu hamil disarankan untuk membatasi durasi berdiri dan lebih banyak beristirahat dengan memposisikan kaki lebih tinggi memakai sanggaan bantal atau bangku kecil. Melakukan gerakan memutar pergelangan kaki serta meregangkan otot betis secara lembut dapat membantu memicu kelancaran sirkulasi darah. Posisi tidur miring ke arah kiri sangat dianjurkan guna meminimalkan tekanan pada vena cava inferior yang membawa darah ke jantung.

Pilihan terapi lain yang dapat dicoba adalah menggunakan stoking kompresi khusus, berolahraga ringan seperti berjalan kaki, serta berdiri di dalam kolam renang.

Konsumsi air putih yang cukup sekitar 10 gelas per hari terbukti membantu tubuh agar tidak menahan cairan secara berlebihan. "Mungkin terdengar bertentangan dengan kondisi saat Anda sudah merasa bengkak, tetapi menjaga hidrasi dengan minum banyak cairan sepanjang hari sangatlah penting," tutur Kristin Cohen, DNP. Langkah penanganan juga perlu didukung dengan membatasi asupan makanan asin tinggi garam, mengenakan pakaian longgar, serta melakukan pijat kehamilan bersama terapis resmi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author