Persis Solo dan Madura United Berebut Nasib Hindari Degradasi
Persis Solo dan Madura United bersiap menjalani laga hidup mati pada pertandingan penutup pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 yang dijadwalkan berlangsung 23 Mei mendatang. Kedua tim wajib berjuang keras demi mengamankan posisi agar tidak terlempar dari kompetisi kasta tertinggi.
Melihat situasi terkini, posisi Persis Solo dinilai lebih berat dibandingkan Madura United. Laskar Sambernyawa menghadapi tantangan besar karena harus melakoni laga tandang melawan Persita di Stadion Internasional Banten, seperti dikutip dari Bola.
Sebaliknya, Madura United diuntungkan karena bertindak sebagai tuan rumah. Laskar Sapeh Kerrab dijadwalkan menjamu PSM di markas mereka, Stadion Gelora Bangkalan.
Keunggulan Madura United juga terlihat pada papan klasemen sementara. Tim tersebut menempati peringkat ke-15 dengan perolehan 32 poin, sedangkan Persis Solo masih tertahan di posisi ke-16 dengan raihan 31 poin.
Kemenangan pada pertandingan pamungkas menjadi harga mati bagi Madura United maupun Persis Solo. Hasil tiga poin menjadi satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri agar tidak tergradasi ke kasta Championship musim depan.
Data performa sepanjang musim memperlihatkan bahwa rapor tim yang kini diasuh Milomir Seslija memiliki catatan yang lebih buruk jika dibandingkan dengan Madura United yang berada di bawah arahan karetaker Rakhmat Basuki.
Dari total 33 laga yang sudah berjalan, Persis Solo tercatat telah menghabiskan waktu selama 24 pekan di zona merah, tepatnya pada peringkat 16 hingga 18 klasemen sementara.
Catatan tersebut berbanding terbalik dengan Madura United. Dengan jumlah pertandingan yang sama, Madura United tercatat hanya menghabiskan waktu selama empat pekan di area bawah klasemen, itu pun menempati peringkat ke-16 yang merupakan batas teratas zona degradasi.
Peluang Bangkit Laskar Sambernyawa
Peluang bagi Persis Solo untuk membalikkan keadaan masih terbuka lebar. Tim asal Solo ini dapat mencontoh performa Persijap yang mampu bangkit dari keterpurukan untuk menjauh dari zona merah dan memastikan diri bertahan di kompetisi musim depan.
Sebelum memastikan posisi aman, Persijap tercatat pernah berada di zona degradasi selama 11 pekan berturut-turut. Periode sulit bagi Laskar Kalinyamat tersebut terjadi sejak pekan ke-12 sampai pekan ke-23.
Setelah melewati masa sulit, penampilan Wahyudi Hamisi dan rekan-rekannya perlahan membaik hingga akhirnya berhasil naik ke zona aman dengan mengoleksi 35 poin. Persis Solo kini dituntut membuktikan bahwa catatan statistik di atas kertas bisa diubah pada pertandingan terakhir.