Harga Emas Antam 27 Juni 2026 Naik Menjadi Rp2.660.000 per Gram
Harga emas batangan logam mulia yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali menunjukkan tren penguatan pada perdagangan Sabtu (27/6/2026).
Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz melalui laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 dari hari sebelumnya, sehingga kini menyentuh angka Rp2.660.000 per gram.
Kenaikan yang lebih signifikan terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback oleh pihak Antam, yakni melonjak sebesar Rp38.000 dari nilai sebelumnya.
Harga buyback saat ini tercatat sebesar Rp2.378.000 per gram, di mana nominal tersebut merupakan nilai bersih yang belum memperhitungkan potongan pajak.
Berikut adalah rincian harga jual emas batangan bersertifikat Antam untuk berbagai ukuran cetakan pada perdagangan Sabtu (27/6/2026):
| Ukuran Emas | Harga Nominal |
|---|---|
| Rp1.380.000 | Rp2.660.000 |
| Rp5.260.000 | Rp7.865.000 |
| Rp13.075.000 | Rp26.095.000 |
| Rp65.112.000 | Rp130.145.000 |
Faktor Pemicu Penguatan Harga Emas
Peningkatan nilai jual komoditas dalam negeri ini berjalan selaras dengan pergerakan positif harga emas di pasar internasional.
Emas spot di pasar global kembali menunjukkan taji dengan diperdagangkan melewati level psikologis utamanya, yaitu di atas US$4.000 per troy ons pada penutupan perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat.
Sinyal positif ini dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat terbaru yang menumbuhkan optimisme pasar terhadap kebijakan moneter bank sentral.
Para pelaku pasar memproyeksikan bahwa Federal Reserve memiliki ruang yang cukup longgar untuk segera merealisasikan pemangkasan suku bunga acuan.
Situasi tersebut secara otomatis memulihkan ketertarikan para investor global untuk mengalihkan dana mereka ke aset aman atau safe haven.
Kendati demikian, performa mingguan emas dunia sebetulnya masih mencatatkan rapor merah berupa pelemahan selama empat pekan berturut-turut.
Tekanan pasar pada periode sebelumnya dipengaruhi oleh keperkasaan mata uang dolar AS serta proyeksi suku bunga tinggi yang diprediksi bertahan lebih lama.
Oleh karena itu, fluktuasi dan pergerakan nilai komoditas emas diperkirakan masih tetap dinamis dalam rentang waktu jangka pendek.