Kemenkes Soroti 8 Gejala Diabetes Tersembunyi pada Usia Muda
Lonjakan kasus diabetes kini semakin mengancam kelompok usia muda bahkan anak-anak. Masalah kesehatan yang dahulu identik dengan lansia ini dipicu oleh perubahan gaya hidup modern.
Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah pengidap diabetes terbanyak, seperti dilansir dari Detik Health. Lebih dari 20 juta penduduk hidup dengan penyakit ini, dengan prevalensi mencapai 11,3 persen.
Kasus diabetes pada anak dilaporkan meningkat hingga 70 kali lipat dalam satu dekade terakhir. Sementara itu, jumlah pengidap pada kelompok usia produktif di bawah 40 tahun juga terus menunjukkan tren kenaikan.
Diabetes terjadi saat kadar glukosa darah terlalu tinggi karena pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakannya secara efektif. Glukosa dari makanan seharusnya dibawa darah ke sel tubuh sebagai energi dengan bantuan hormon insulin.
Jika tubuh kekurangan insulin atau mengalami resistensi, glukosa menumpuk di darah dan memicu hiperglikemia. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, hingga penyakit ginjal.
Dikutip dari Times of India, terdapat beberapa gejala diabetes tak biasa yang muncul pada anak muda.
1. Bercak Kulit Gelap di Leher atau Ketiak
Bercak gelap yang sering dianggap daki ini bisa menjadi tanda akantosis nigrikans akibat resistensi insulin. Kadar insulin yang terlalu tinggi membuat sel-sel kulit bereproduksi cepat, sehingga kulit menjadi lebih tebal dan gelap.
2. Mudah Tersinggung
Fluktuasi gula darah tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga mengganggu fungsi otak. Kondisi ini memicu perubahan suasana hati mendadak, mudah tersinggung, atau kesedihan tanpa alasan yang jelas.
3. Sugar Craving
Keinginan kuat mengonsumsi gula setelah makan menjadi tanda insulin tidak bekerja optimal. Saat terjadi resistensi insulin, sel-sel tubuh gagal menyerap gula dengan baik, sehingga tubuh terus meminta asupan manis.
4. Ruam Kulit
Gula darah tinggi menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur di area lembab seperti ketiak, selanggangan, atau sela jari. Infeksi jamur berulang dan rasa gatal sering kali disalahpahami sebagai masalah kulit ringan.
5. Penglihatan Tiba-tiba Kabur
Kadar gula darah yang tidak stabil dapat mengubah bentuk lensa mata secara sementara, sehingga pandangan menjadi kabur. Anak muda yang sering menatap layar gawai kerap mengira ini hanya efek kelelahan mata biasa.
6. Penurunan Berat Badan Tiba-tiba
Saat sel gagal mendapatkan energi dari glukosa, tubuh mulai memecah otot dan lemak sebagai bahan bakar alternatif. Penurunan berat badan drastis yang disertai kelelahan dan rasa haus ekstrem patut diwaspadai.
7. Rasa Haus Berlebihan dan Mulut Kering
Kelebihan glukosa menarik air dari jaringan tubuh sehingga memicu dehidrasi. Ginjal dipaksa bekerja ekstra untuk membuang gula melalui urine, yang diikuti dengan sensasi mulut kering dan lengket.
8. Mudah Lelah
Tubuh akan kekurangan bahan bakar utama karena glukosa tidak terserap dengan baik ke dalam sel. Akibatnya, pengidap akan merasa lelah secara terus-menerus meski sudah tidur atau beristirahat.
Pemicu Utama Diabetes di Usia Muda
Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini berkaitan erat dengan gaya hidup sedentari.
"Yang pasti satu, harus seimbang. Yang penting itu keseimbangan antara asupan dan aktivitas," kata Nadia.
Kemudahan teknologi dan layanan digital secara tidak langsung menurunkan aktivitas fisik generasi muda secara drastis dibandingkan generasi terdahulu.
"Kita naik diabetesnya karena kita tahu generasi muda sekarang sedentari dan apa-apa lebih mudah. Mungkin zaman saya kuliah kalau mau makan harus jalan kaki mencari warung. Kalau sekarang, warungnya datang dalam lima sampai 10 menit," ujarnya.
Kondisi ini membuat kalori yang masuk tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan. Akibatnya, risiko obesitas meningkat dan menjadi faktor pemicu diabetes tipe 2.
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga memerlukan perhatian khusus, terutama jika aktivitas fisik harian tergolong rendah.
"Kalau kita tahu aktivitas fisik kita kurang, asupan kita harus dibatasi. Dengan adanya informasi kandungan gizi pada makanan dan minuman, sebenarnya kita bisa mengatur diri untuk membatasi asupan," jelasnya.
Jenis-Jenis Diabetes yang Perlu Diketahui
Diabetes Tipe 2
Jenis yang paling umum terjadi akibat tubuh kekurangan produksi insulin atau sel menjadi kurang responsif. Kondisi ini sering menyerang orang dewasa, namun kini mulai banyak dialami anak-anak.
Prediabetes
Kondisi ketika kadar gula darah melebihi batas normal tetapi belum masuk kategori diabetes tipe 2. Tanpa intervensi gaya hidup sehat, kondisi ini berisiko tinggi berkembang menjadi diabetes penuh.
Diabetes Tipe 1
Penyakit autoimun ini terjadi saat sistem kekebalan tubuh merusak sel penghasil insulin di pankreas. Mencakup sekitar 10 persen dari total kasus, diabetes tipe 1 umumnya didiagnosis sejak usia muda.
Diabetes Gestasional
Diabetes yang muncul secara khusus selama masa kehamilan dan biasanya membaik pascapersalinan. Meski demikian, wanita yang mengalaminya memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa depan.