Kementerian Pendidikan Tinggi Usut Kasus Riset Palsu Alumni UNY
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memanggil empat alumni Universitas Negeri Yogyakarta terkait kasus pemalsuan 51 riset internasional di Jakarta Convention Center pada Sabtu (27/6/2026). Dilansir dari Detikcom, investigasi skandal ini resmi melibatkan aparat penegak hukum.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengonfirmasi bahwa pihak kementerian telah memanggil terduga pelaku pemalsuan karya ilmiah tersebut untuk diproses lebih lanjut.
"Oh itu sudah. Iya, ya, sudah dipanggil. Kita akan memproses," kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Langkah hukum diambil oleh kementerian dengan menggandeng kepolisian demi memberikan sanksi yang tegas bagi para pelaku.
"Kita sedang bekerja sama oleh aparat penegak hukum ya, untuk mencari delik hukumnya yang supaya lebih jelas. Tetapi tentu kita ingin memberikan ini sebagai efek jera ya" kata Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Di sisi lain, salah satu terduga pelaku pemalsuan riset bernama Rifaldy Fajar menyampaikan permohonan maaf terbuka karena telah mencatut nama institusi lain dalam puluhan karya buatannya.
"Pertama-tama, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muhammadiyah Bulukumba karena telah melakukan kesalahan saya, yaitu mencatut Universitas Muhammadiyah Bulukumba tanpa melakukan konfirmasi kepada Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Bulukumba secara langsung. Saya akui menjadi salah satu kesalahan saya dalam proses pencatutan UMB di beberapa karya yang saya lakukan," kata Rifaldy Fajar, alumni Universitas Negeri Yogyakarta.
Rifaldy juga merinci jumlah total karya tiruan yang dia buat dengan mencantumkan nama kerabat serta lembaga pendidikan tersebut.
"Di sini saya ingin mengakui bahwa sejauh ini setelah saya rekap di 2-3 hari terakhir ini sebelum saya ke UMB, itu ada untuk total karyanya yang menyangkut nama ibu kandung saya dan juga Universitas Muhammadiyah Bulukumba itu ada sekitar kalau ditotal yang nama pertama itu ada sekitar 15 nama. Kemudian yang sebagai nama kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya itu ada sekitar 36 nama, sehingga totalnya itu sekitar 51 karya," kata Rifaldy Fajar, alumni Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam memproduksi puluhan makalah palsu agar lolos ke forum internasional, dia mengaku memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tanpa menggunakan data riil.
"(Tidak perlu data asli) tapi bagaimana kita meniru dari sebuah sistem, seperti itu. Jadi, lebih ke banyak kombinasi sekali memang di sini, tapi memang kami sangat dibantu AI, begitu. Jadi, ya, itu agak susah juga untuk menjelaskan, karena memang saling terkombinasi, begitu," kata Rifaldy Fajar, alumni Universitas Negeri Yogyakarta.
Keempat pelaku pemalsuan ini diidentifikasi sebagai alumni program sarjana Universitas Negeri Yogyakarta periode kelulusan 2019 hingga 2021 yang mengincar dana bantuan perjalanan ke luar negeri.