Waspadai Hidden Sodium dalam Makanan Instan yang Picu Hipertensi

Share

Makanan instan menjadi pilihan populer bagi masyarakat karena kepraktisan, kemudahan penyajian, serta cita rasanya yang gurih. Namun, di balik kelebihan tersebut, produk-produk instan kerap menyimpan natrium tersembunyi atau hidden sodium yang jarang disadari konsumen. Dilansir dari Detik Health, zat natrium ini tidak melulu berasal dari rasa asin, melainkan menyatu di dalam bumbu, bahan pengawet, hingga zat aditif proses pengolahan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sendiri mengeluarkan rekomendasi batasan konsumsi natrium harian di bawah 2.000 mg, atau setara satu sendok teh garam.

Kenyataannya, satu porsi panganan instan berpotensi menyumbangkan lebih dari separuh batas ideal tersebut bagi tubuh manusia. Asupan natrium berisiko melonjak drastis jika produk olahan dikonsumsi bersama tambahan bumbu lain secara akumulatif dalam sehari.

Mi instan menjadi salah satu penyumbang hidden sodium terbesar yang beredar di tengah masyarakat. Kandungan tersebut bersumber dari komponen mi itu sendiri, bumbu bubuk, minyak rasa, saus, hingga kecap dalam kemasan.

Label informasi nilai gizi produk di Indonesia menunjukkan satu bungkus mi instan umumnya mengandung 1.200 hingga 1.700 mg natrium. Angka tersebut sudah menghabiskan sekitar 60 hingga 85 persen dari total batas aman harian Kemenkes. Kandungan sodium ini kian melonjak jika penyajiannya dipadukan dengan bahan lain seperti sosis, bakso, kornet, keju, atau saus tambahan.

Bubur Instan dan Sarden Kalengan

Bubur instan juga menjadi sumber sodium tersembunyi berikutnya yang kerap luput dari perhatian publik.

Tekstur lembut serta rasa yang tidak terlalu asin membuat bubur kemasan sering dinilai memiliki kadar garam yang rendah. Padahal, sebungkus bubur instan membawa kandungan natrium berkisar antara 500 hingga 900 mg yang berasal dari bumbu instannya. Takaran ini sudah memenuhi kisaran 25 hingga 45 persen dari anjuran konsumsi harian yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, sarden kalengan yang dikenal kaya protein dan omega-3 ternyata turut menyimpan sodium tinggi.

Satu kaleng sarden dapat memuat 700 hingga 1.000 mg natrium tergantung pada merek serta jenis produk yang dipilih konsumen.

Dampak Akumulasi Sodium bagi Tubuh

Secara terpisah, tidak ada satu pun produk pangan di atas yang langsung melewati ambang batas aman 2.000 mg. Kendati demikian, akumulasi zat ini sangat mudah terlampaui saat beberapa jenis makanan dikonsumsi dalam rentang hari yang sama.

Simulasi konsumsi roti tawar saat sarapan, mi instan pada siang hari, dan sarden kaleng untuk makan malam dipastikan melampaui batas. Kondisi ini belum menghitung asupan garam dari camilan, kecap, kaldu penyedap, hingga minuman kemasan di sela waktu makan. Sifat natrium tersembunyi ini berbahaya karena lonjakan kadar di dalam tubuh terjadi melalui penumpukan perlahan dari berbagai produk.

Tingginya kadar sodium ini memicu risiko kenaikan tekanan darah, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit hipertensi.

Efek buruk takaran sodium berlebih ini juga tetap mengintai kesehatan tubuh individu yang berada dalam kondisi sehat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author