Uruguay Hadapi Spanyol di Tengah Krisis Internal Piala Dunia 2026
Tim nasional Uruguay menghadapi situasi kritis menjelang laga krusial Grup H Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Guadalajara akibat dibayangi isu keretakan hubungan antara pemain dan pelatih Marcelo Bielsa. Uruguay belum meraih satu pun kemenangan setelah bermain imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Verde, sehingga wajib menumbangkan juara Eropa demi menjaga peluang lolos ke babak gugur. Kondisi ruang ganti Uruguay dilaporkan memanas sejak pensiunnya Luis Suarez, yang mengungkap bahwa Bielsa menciptakan atmosfer dingin di dalam tim dan jarang berkomunikasi dengan para pemainnya.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menyatakan kekagumannya yang besar terhadap Bielsa karena pernah mempelajari metode kepelatihannya secara langsung saat menganggur selama 18 bulan.
"I’m a big admirer of Marcelo Bielsa," kata Luis de la Fuente, pelatih Spanyol. "He made Athletic play wonderfully. When I was on the bode for 18 months, I spent five, six months watching all his training sessions.
I learned so much from him and he was very innovative. I was fortunate enough to be part of talks with him and it is an honour to play against him for the first time."
Di sisi lain, Bielsa memberikan pujian balik terhadap pencapaian De la Fuente bersama timnas Spanyol, meskipun gaya bermain keduanya sangat kontras. "We had some contact, and I might have passed on some of my ideas," kata Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay.
"The football he’s achieved with Spain is exquisite. Of course they don’t represent my style: the reality is that his football is much more beautiful than what I’ve managed with my team." Bielsa juga sempat mengakui bahwa atmosfer negatif menyelimuti timnya, di mana banyak pihak sudah tidak lagi memiliki ekspektasi positif terhadap nasib Uruguay di turnamen ini. "no positive expectations at all" kata Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay.
Media Uruguay, El Observador, bahkan menggambarkan kondisi tim nasional mereka saat ini seperti runtuhnya harapan palsu setelah hasil mengecewakan di dua laga awal.
"A branch of hell, the collapse of a false hope, an empire of the fleeting," tulis El Observador. Meskipun tekanan begitu masif, gelandang Uruguay Agustin Canobbio menegaskan bahwa kekuatan utama timnya selalu muncul ketika mereka mampu membangkitkan rasa percaya diri. "We don’t feel inferior to anyone," kata Agustin Canobbio, gelandang Uruguay.
"Uruguay has always been strong when it believes in itself and that has to be our starting point."
Kritik internal terhadap kepemimpinan Bielsa sejatinya sudah bergulir sejak Copa America 2024, saat Luis Suarez memprotes sikap dingin sang pelatih kepada staf dan pemain. "What the national team is going through hurts," kata Luis Suarez, mantan pemain Uruguay.
Bielsa sendiri dalam sebuah pernyataan setelah kekalahan telak dari Amerika Serikat pada November lalu, secara terbuka menyebut dirinya memiliki karakter yang beracun karena ketakutan yang besar akan kekalahan. "toxic" kata Marcelo Bielsa, pelatih Uruguay.
"Those who have a relationship with me come out of it worse. There are toxic people who only see errors, who demand, who correct, who are never satisfied with anything, who only like to talk about work, who go to eat and take a newspaper with them because they don’t want to integrate with the rest. But do you know what that behaviour is based on?
Fear. One doesn’t enjoy winning; he fears losing much more." Rentetan hasil buruk dan konflik internal ini menjadi ujian terbesar Uruguay yang memiliki sejarah panjang sebagai semifinalis Piala Dunia 2010 serta kolektor dua gelar juara dunia.
"Something mad happened: we had Luis Suárez, Diego Forlán and Edison Cavani at the same time," kata mantan pemain Uruguay.
Pertandingan pamungkas Grup H antara Uruguay dan Spanyol dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat di Stadion Guadalajara.