Olivia Rodrigo Mengumumkan Perilisan Lagu Baru Berjudul The Cure
Penyanyi pop Olivia Rodrigo mengumumkan rencana perilisan singel kedua berjudul "The Cure" dari album terbarunya yang bertajuk "you seem pretty sad for a girl so in love" pada Jumat mendatang. Lagu ini disebut Rodrigo sebagai karya favorit dari album baru tersebut sekaligus salah satu lagu terbaik yang pernah ia ciptakan.
Pengumuman awal disampaikan oleh bintang pop berusia 23 tahun tersebut melalui unggahan foto sampul singel di media sosial Instagram pada hari Selasa. Foto polaroid tersebut memperlihatkan Rodrigo memegang benang merah yang membentuk tulisan judul lagunya.
Promosi dilanjutkan pada hari Rabu dengan membagikan cuplikan video musik yang menampilkan sekelompok perempuan berseragam perawat melangkah menuju pintu merah muda bertuliskan "OR". Unggahan tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan penggemar mengenai keterlibatan Robert Smith, vokalis band The Cure, dalam produksi lagu.
Kedekatan Rodrigo dengan Robert Smith bermula sejak vokalis tersebut menjadi tamu kejutan dalam penampilannya di Festival Glastonbury pada Juni tahun lalu. Dalam artikel sampul British Vogue edisi April, kolaborasi dan hubungan baik keduanya sempat diungkapkan oleh Smith.
"She calls me up quite a bit to talk about clothes and fashion — and we have enjoyed a couple of memorable nights in the studio together. … I can’t wait to hear what she does next!" kata Robert Smith, Vokalis The Cure.
Spekulasi keterlibatan Smith semakin menguat karena Rodrigo sempat menyebut lagu "Just Like Heaven" milik band The Cure dalam singel utamanya yang berjudul "drop dead". Penggemar menduga salah satu sesi studio mereka digunakan untuk merekam lagu baru ini.
"You know all the words to ‘Just Like Heaven,’ and I know why he wrote them now that you’re standing right here." bunyi petikan lirik lagu drop dead oleh Olivia Rodrigo, Penyanyi.
Namun, Rodrigo mengonfirmasi bahwa kesamaan nama singelnya dengan band legendaris tersebut tidak disengaja. Saat menghadiri acara Elvis Duran Show di iHeartRadio pada hari Kamis, ia menegaskan lagu tersebut tidak memiliki kaitan dengan band asal Inggris itu.
"It just was a happy coincidence, I suppose." ujar Olivia Rodrigo, Penyanyi.
Selain rumor kolaborasi, konsep visual benang merah pada sampul singel juga menarik perhatian karena dinilai berkaitan dengan mitologi Asia Timur tentang benang merah takdir. Rodrigo memberikan sedikit konfirmasi mengenai tema tersebut dalam wawancara bersama Cosmopolitan bulan lalu.
"the string is important in the themes of the album." kata Olivia Rodrigo, Penyanyi.
Teori mengenai makna lagu ini juga ramai dibahas oleh para penggemar di media sosial X. Salah satu pengguna berspekulasi bahwa lagu ini berkisah tentang kesadaran seseorang bahwa cinta tidak bisa memperbaiki diri kita kecuali diri sendiri yang menjadi obatnya.
"Instead of the typical invisible red string that you have with your lover, she is the only one that’s holding it. She now realizes that love can’t fix you unless you yourself are ‘the cure.’" tulis salah satu penggemar di media sosial X.
Nuansa kerinduan dalam lagu ini sejalan dengan pernyataan Rodrigo sebelumnya kepada Audacy Music mengenai lagu cinta romantis favoritnya. Ia menilai keindahan lagu cinta justru lahir dari adanya rasa takut dan kerinduan.
"I realized all my favorite romantic love songs were beautiful because they had a tinge of fear or yearning in them." tutur Olivia Rodrigo, Penyanyi.
Petunjuk mengenai lagu ini juga muncul melalui perubahan tampilan mural promosi Rodrigo di Los Angeles yang kini dilengkapi lirik baru seperti "why can’t you come stitch me up?" dan "it’ll never be the cure". Jurnalis Amel Mukhtar dalam ulasannya di British Vogue memperkirakan lagu ini akan menjadi penutup album.
"The final song is about that realization: Love won’t fix you. It’s dancier, the most experimental I’ve ever heard her. The orchestral end catches me off-guard and it’s so beautiful in this setting it almost brings me to tears," tulis Amel Mukhtar, Jurnalis British Vogue.
Rodrigo menjelaskan kepada iHeart Radio bahwa lagu ini merupakan titik puncak dari rekaman terbarunya. Lagu tersebut menggambarkan pendewasaan pandangan seseorang mengenai realitas hubungan asmara seiring bertambahnya usia.
"It’s the climax of the record. It’s just sort of about how when you’re younger, you think falling in love with someone will fix all of your problems, and then, when you face love in reality, you realize that’s not the truth." jelas Olivia Rodrigo, Penyanyi.
Melalui lagu ini, Rodrigo mencoba berdamai dengan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa ekspektasi terhadap kekuatan cinta tidak selalu menyelesaikan masalah pribadi.
"It’s just me coming to terms with things that I wanted to fix with myself, or things that I thought that love would solve." tambah Olivia Rodrigo, Penyanyi.